JARINGAN PADA HEWAN VERTEBRATA
Di susun oleh :
AHMAD DHANI KURNIAWAN 03
GILBERD ADRYAN P 20
jenis jaringan pafa hewan vertebrata:
1.A. Jaringan Epitel
Jaringan epitel dapat berupa membran atau berupa kelenjar Membran epitel tersusun dari sel-sel yang melapisi permukaan luar atau membatasi permukaan dalam suatu rongga. Sementara itu, kelenjar epitel berkembang dari permukaan epitel dengan cara rumbuh ke dalam jaringan ikat di bawahnya. Seluruh jaringan epitel terletak pada suatu lamina basalis (lapisan membran basal) yang memisahkan epitel dari jaringan ikat di bawahnya, pembuluh darah, dan jaringan saraf. Permukaan sel yang berhadapan dengan lumen disebut permukaan apikal, permukaan yang terletak di antara sel-sel disebut permukaan lateral, dan permukaan yang berhadapan dengan membran basal disebut permukaan basal.
Jaringan epitel memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Terdiri atas sel-sel yang bersisi, bersudut banyak (poligonal), dan terkadang bentuknya tidak teratur.
Sel-sel tersusun rapat tanpa atau sedikit substansi interseluler.
Sel epitel memiliki daya regenerasi yang tinggi untuk menggantikan sel-sel epitel yang telah rusak.
Beberapa jenis jaringan epitel memiliki tonjolan yang disebut mikrovili.
Tidak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa, sehingga nutrisi diperoleh secara difusi dari cairan jaringan ikat di bawahnya.
2.Jaringan Ikat (Jaringan Penyambung)
Pada awal perkembangan embrio, lapisan mesoderm membentuk jaringan mesenkim (mesos = tengah, enchyme = penyusupan), selanjutnya mesenkim berkembang menjadi jaringan ikat (jaringan penyambung). Jaringan ikat memiliki fungsi, sebagai berikut.
Pengikat dan penyambung antarjaringan, contohnya jaringan ikat tendon yang menghubungkan jaringan tulang dengan jaringan otot.
Penyokong dan pembentuk struktur tubuh, contohnya jaringan ikat tulang.
Penyimpan energi, misalnya jaringan ikat lemak.
Pertahanan tubuh terhadap invasi bibit penyakit, misalnya jaringan ikat darah yang mengandung antibodi dan sel-sel darah putih.
Pelindung suatu organ, yaitu jaringan ikat berbentuk selaput yang membungkus organ-organ tubuh.
Transpor cairan tubuh yang dilakukan oleh jaringan ikat darah dan limpa
Jaringan ikat tersusun dari bahan intersel (matriks) dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel, karena jaringan ikat banyak mengandung matriks.
1.. Matriks Jaringan Ikat
Matrika terdiri atas substansi intersel amorf (tidak berbentuk) dan substansi intersel fibrosa (serat)
3. Substansi intersel amorf (tidak berbentuk) merupakan media cair homogen yang berbentuk sol, gel, atau gel kaku. Cairan berbentuk sol dan gel memudahkan terjadinya difusi nutrisi dan zat-zat buangan antara kapiler dengan sel, sedangkan cairan yang berbentuk gel kaku membantu menyokong jaringan. Komponen utama substansi amorf adalah glikosaminoglikans atau asam mukopolisakarida (polisakarida yang mengandung gula amino) dan glikoprotein (protein dengan satu atau lebih rantai heterosakarida). Glikosaminoglikans ada yang bersulfat dan ada pula yang tidak bersulfat. Glikosaminoglikans tidak bersulfat yang paling banyak terdapat pada jaringan ikat adalah asam hialuronat
b. Substansi intersel fibrosa (serat) berfungsi sebagai penyokong. Serat dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu serat kolagen, serat
retikular, dan serat elastin.
(1) Serat kolagen tersusun dari protein kolagen, berwarna putih bening dengan garis samar-samar yang memanjang. berbentuk lurus atau sedikit bergelombang dan berdiameter 1-12 µm (mikrometer). Jika kolagen dimasukkan ke dalam Gambar 1.5 Serat kolagen air panas, maka menjadi lunak dan membentuk pelanna. Serar kolagen bersifat lus, ules, luwak, mudah dibengkokkan, dan lanf tidak clatis, Serat kolagen terdapat pada tendon, ligamen, tulang, dan kulit. (2) Serat retikular merupakan serat kolagen yang sangar halus, berukuran kurang dari 1 um dan berbentuk jala (retikulum) Serat renkadar bersifat sama seperti serat kulagen dengan kelenturan yang rendah.
3.Jaringan Otot
Struktur jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi untuk melakukan gerakan. Jaringan otot harus melakukan gerakan mekanis, maka diperlukan banyak pembuluh kapiler darah untuk memberikan nutrisi dan oksigen, serta mengangkut.zat sisa Jaringan otot tersusun dari sel-sel atau serat-serat otot yang tergabung dalam berkas-berkas. Sel otot memiliki membran plasma yang disebut sarkolema dan berisi sitoplasma yang disebut sarkoplasma. Serat otot disebut miofibril. Miofibril terdiri atas satuan-saruan yang lebih kecil disebut miofilamen. Miofilamen tebal mengandung miosin, miofilamen tipis mengandung aktin Aktin dan miosin menyebabkan sel otot bersifat kontraktil. Pada setiap miofibril terdapat beberapa unit pita gelap dan pita terang yang disebut sarkomer
Di dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot, yaitu otot polos, otot rangka (otot lurik), dan otot jantung
1. Jaringan Otot Polos
Sel otot polos berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing dan bagian tengah lebih lebar. Selnya berukuran panjang 30-200 µm dan berdiameter 5-10 μm. Sel otot polos memiliki satu inti berbentuk oval di tengah sel. Namun, selnya tidak memiliki pita gelap dan pita terang, sehingga disebut otot polos. Aktivitasnya lambat. tetapi mampu berkontraksi dalam jangka waktu yang lama dan tidak cepat lelah. Sistem sarafnya otonom (saraf tak sadar), baik saraf simpatik (bekerja mempercepat) maupun saral parasimpatik (bekerja memperlambat). Otot polos merupakan otot involunter (otot tak sadar) karena gerakannya tidak menurutu perintah yang diinginkan Jaringan otot polos terdapat pada saluran pencernaan makanan (yang membuat gerakan peristaltik), dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran pernapasan, saluran reproduksi, kandung kemih, dermis, iris, dan korpus siliaris pada mata
2. Jaringan Otot Rangka (Otot Lurik)
Jaringan otot rangka disebut otot rangka karena melekat pada tulang rangka. Dalam kehidupan sehati hari, jaringan otot rangka dikenal sebagai daging Jaringan out rangka berwarna merah muda karena mengandung pigmen di dalam serat-seratnya dan memiliki banyak pembuluh darah Sel otot tangka berbentuk silindris panjang. berukuran panjang 1-40 mm dan berdiameter 10-100 am, inti berbentuk lonjong dan banyak jumlahnya di pinggir sel (sekitar 35 inti setiap mm panjang serat), banyak mengandung mitokondria, serta memiliki miofibril yang menunjukkan pita gelap dan pisa terang seperti pola lurik. Oror lurik merupakan otot volunter toms sadar) yang bekerja di bawah pengaruh saraf sadat, cepat bercaksi jika terdapat stimulas (rangsangan), komraksinya kuat, tetapi cepat lelah. Ujung-ujung sel meruncing, retapi membalas pada perbatasan otot dengan readon. Otot dapat bertambah besar akut latihan karena terjadi penebalan pada serat-serat otos, (hipertrofi), bukan karena bertambah banyaknya serat отоt
4.Jaringan Saraf
Sumber: Berbagai sumber
Jaringan saraf tersebar secara luas di dalam tubuh. Jaringan saraf terdapat paling banyak (98%) pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang), sisanya terdapat pada susunan saraf tepi. Jaringan saraf berfungsi menghimpun rangsangan dari lingkungan, mengubah rangsangan menjadi impuls saraf, meneruskan impuls ke bagian penerimaan yang terorganisasi, menafsirkan impuls, kemudian memberikan jawaban (respons) yang tepat ke organ-organ efektor.
Jaringan saraf tersusun dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia). Neuron berbentuk serabut panjang. Neuroglia (neuron = saraf, glia = lem) adalah sel berukuran kecil, menghasilkan mielin, berfungsi sebagai penyokong neuron-neuron, dan menyatukan jaringan pada susunan saraf pusat. Sepanjang hidup, sel saraf (neuron) tidak dapat melakukan pembelahan (regenerasi), tetapi dapat pulih kembali sesudah mengalami cedera pada tingkat tertentu. Sementara itu, neuroglia dapat berproliferasi (memperbanyak diri).
Komentar
Posting Komentar