Jaringan Pada Hewan Vertebrata

 Disusun Oleh :


Fardhan Herdiansyah/11/XI-10

Muhammad Yusuf/26/XI-10




Jaringan tubuh hewan Vertebrata dapat dibedakan menjadi empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat (jaringan penyambung), jaringan otot, dan jaringan saraf




A. Jaringan Epitel




Jaringan epitel dapat berupa membran atau berupa kelenjar. Membran epitel tersusun dari sel-sel yang melapisi permukaan luar atau membatasi permukaan dalam suatu rongga. Sementara itu, kelenjar epitel berkembang dari permukaan epitel dengan cara tumbuh ke dalam jaringan ikat di bawahnya. Seluruh jaringan epitel terletak pada suatu lamina basalis (lapisan membran basal) yang memisahkan epitel dari jaringan ikat di bawahnya, pembuluh darah, dan jaringan saraf. Permukaan sel yang berhadapan dengan lumen disebut permukaan apikal, permukaan yang terletak di antara sel-sel disebut permukaan lateral, dan permukaan yang berhadapan dengan membran basal disebut permukaan basal.




Jaringan epitel memiliki ciri-ciri sebagai berikut.




Terdiri atas sel-sel yang bersisi, bersudut banyak (poligonal), dan terkadang bentuknya tidak teratur.




Sel-sel tersusun rapat tanpa atau sedikit substansi interseluler.




Sel epitel memiliki daya regenerasi yang tinggi untuk menggantikan sel-sel epitel




yang telah rusak.




Beberapa jenis jaringan epitel memiliki tonjolan yang disebut mikrovili.




Tidak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa, sehingga nutrisi diperoleh secara difusi dari cairan jaringan ikat di bawahnya.Fungsi jaringan epitel, yaitu sebagai berikut.




Untuk melindungi jaringan di bawahnya dari dehidrasi atau pengaruh agen kimiawi maupun biologi.




Transpor zat-zat antarjaringan atau rongga yang dipisahkan.




Absorpsi (penyerapan sari makanan), misalnya pada epitel usus halus.




Sekresi, menghasilkan zat atau enzim dari epitel membran maupun kelenjar,




Ekskresi, membuang sisa-sisa metabolisme air, CO₂, dan garam-garam tertentu. Eksteroreseptor, menerima stimulus dari lingkungan. Cabang-cabang terminal serat saraf halus yang terdapat di dalam jaringan ikat dapat menembus membran basal dan menyusup di antara sel-sel epitel.




Membantu respirasi, misalnya pada hewan yang hidup di air.




Berdasarkan bentuk sel, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu jaringan epitel pipih, kubus, silindris, transisional, dan kelenjar.




B. Jaringan Ikat (Jaringan Penyambung)




Pada awal perkembangan embrio, lapisan mesoderm membentuk jaringan mesenkim (mesos = tengah, enchyme = penyusupan), selanjutnya mesenkim berkembang menjadi jaringan ikat (jaringan penyambung). Jaringan ikat memiliki fungsi, sebagai berikut


•Pengikat dan penyambung antarjaringan, contohnya jaringan ikat tendon yang menghubungkan jaringan tulang dengan jaringan otot.




•Penyokong dan pembentuk struktur tubuh, contohnya jaringan ikat tulang.




•Penyimpan energi, misalnya jaringan ikat lemak.




•Pertahanan tubuh terhadap invasi bibit penyakit, misalnya jaringan ikat darah yang mengandung antibodi dan sel-sel darah putih.




•Pelindung suatu organ, yaitu jaringan ikat berbentuk selaput yang membungkus organ-organ tubuh.




•Transpor cairan tubuh yang dilakukan oleh jaringan ikat darah dan limpa.




Jaringan ikat tersusun dari bahan intersel (matriks) dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel, karena jaringan ikat banyak mengandung matriks.




C. Jaringan Otot




Struktur jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi untuk melakukan gerakan. Jaringan otot harus melakukan gerakan mekanis, maka diperlukan banyak pembuluh kapiler darah untuk memberikan nutrisi dan oksigen, serta mengangkut


zat sisa, Jaringan otot tersusun dari sel-sel atau serat-serat otot yang tergabung dalam berkas-berkas. Sel otot memiliki membran plasma yang disebut sarkolema dan berisi sitoplasma yang disebut sarkoplasma. Serat otot disebut miofibril. Miofibril terdiri atas satuan-saruan yang lebih kecil disebut miofilamen. Miofilamen tebal mengandung miosin, miofilamen tipis mengandung aktin. Aktin dan miosin menyebabkan sel otot bersifat kontraktil. Pada setiap miofibril terdapat beberapa unit pita gelap dan pita terang yang disebut sarkomer.




Di dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot, yaitu otot polos, otot rangka (otot lurik), dan otot jantung.


D. Jaringan Saraf




Jaringan saraf tersebar secara luas di dalam tubuh. Jaringan saraf terdapat paling banyak (98%) pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang), sisanya terdapat pada susunan saraf tepi. Jaringan saraf berfungsi menghimpun rangsangan dari lingkungan, mengubah rangsangan menjadi impuls saraf, meneruskan impuls ke bagian penerimaan yang terorganisasi, menafsirkan impuls, kemudian memberikan jawaban (respons) yang tepat ke organ-organ efektor.




Jaringan saraf tersusun dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia). Neuron berbentuk serabut panjang. Neuroglia (neuron saraf, glia lem) adalah sel berukuran kecil, menghasilkan mielin, berfungsi sebagai penyokong neuron-neuron, dan menyatukan jaringan pada susunan saraf pusat. Sepanjang hidup, sel saraf (neuron) tidak dapat melakukan pembelahan (regenerasi), tetapi dapat

 pulih kembali sesudah mengalami cedera pada tingkat tertentu. Sementara itu, neuroglia dapat berproliferasi (memperbanyak diri).






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia