Jaringan Pada Hewan Vertebrata
Disusun oleh: -Reyvan Adinata/30/XI-10
-Farhan Izzuddin R/12/XI-10
1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel dapat berupa membran atau berupa kelenjar. Membran epitel tersusun dari sel-sel yang melapisi permukaan luar atau membatasi permukaan dalam suatu rongga. Sementara itu, kelenjar epitel berkembang dari permukaan epitel dengan cara tumbuh ke dalam jaringan ikat di bawahnya. Seluruh jaringan epitel terletak pada suatu lamina basalis (lapisan membran basal) yang memisahkan epitel dari jaringan ikat di bawahnya, pembuluh darah, dan jaringan saraf. Permukaan sel yang berhadapan dengan lumen disebut permukaan apikal, permukaan yang terletak di antara sel-sel disebut permukaan lateral, dan permukaan yang berhadapan dengan membran basal disebut permukaan basal.
Jaringan epitel memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Terdiri atas sel-sel yang bersisi, bersudut banyak (poligonal), dan terkadang bentuknya tidak teratur.
Sel-sel tersusun rapat tanpa atau sedikit substansi interseluler.
Sel epitel memiliki daya regenerasi yang tinggi untuk menggantikan sel-sel epitel
yang telah rusak.
Beberapa jenis jaringan epitel memiliki tonjolan yang disebut mikrovili. Tidak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa, sehingga nutrisi diperoleh secara difusi dari cairan jaringan ikat di bawahnya.
2. Jaringan Ikat
Pada awal perkembangan embrio, lapisan mesoderm membentuk jaringan mesenkim (mesos tengah, enchyme penyusupan), selanjutnya mesenkim berkembang menjadi jaringan ikat (jaringan penyambung).
Pengikat dan penyambung antarjaringan, contohnya jaringan ikat tendon yang menghubungkan jaringan tulang dengan jaringan otot.
Perryokong dan pembentuk struktur tubuh, contohnya jaringan ikat tulang.
Penyimpan energi, misalnya jaringan ikat lemak.
Pertahanan tubuh terhadap invasi bibit penyakit, misalnya jaringan ikat darah yang mengandung antibodi dan sel-sel darah putih.
Pelindung suatu organ, yaitu jaringan ikat berbentuk selaput yang membungkus organ-organ tubuh.
Transpor cairan tubuh yang dilakukan oleh jaringan ikar darah dan limpa.
3. Jaringan Otot
Struktur jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi untuk melakukan gerakan. Jaringan otor harus melakukan gerakan mekanis, maka diperlukan banyak pembuluh kapiler darah untuk memberikan nutrisi dan oksigen, serta mengangkut zat sisa. Jaringan otot tersusun dari sel-sel atau serat-serat orot yang tergabung dalam berkas-berkas. Sel orot memiliki membran plasma yang dioto yang tela dan berisi sitoplasma yang disebut sarkoplasma. Serat otot disebut miofibril. Miofibril terdiri atas satuan-satuan yang lebih kecil disebut miofilamen. Miofilation Tebal mengandung miosin, miofilamen tipis mengandung aktin. Akrin dan misi chahyebabkan sel prot bersifat kontraktil. Pada setiap miofibril terdapat beberapa onie pics gelap dan
pita terang yang disebut sarkomer. Di dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot, yaitu otot polos, otot rangka (otot lurik), dan otot jantung.
1. Jaringan Otot Polos
Sel otot polos berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing dan bagian tengah lebih lebar. Selnya berukuran panjang 30-200 µm dan berdiameter 5-10 µm. Sel otot polos memiliki satu inti berbentuk oval di tengah sel. Namun, selnya tidak memiliki pita gelap dan pita terang, sehingga disebut otot polos. Aktivitasnya lambat, tetapi mampu berkontraksi dalam jangka waktu yang lama dan tidak cepat lelah. Sistem sarafnya otonom (saraf tak sadar), baik saraf simpatik (bekerja mempercepat) maupun saraf parasimpatik (bekerja memperlambat). Otot polos merupakan otot involunter (otot tak sadar) karena gerakannya tidak menuruti perintah yang diinginkan. Jaringan otot polos terdapat pada saluran pencernaan makanan (yang membuat gerakan peristaltik), dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran pernapasan, saluran reproduksi, kandung kemih, dermis, iris, dan korpus siliaris pada mata.
2. Jaringan Otot Rangka (Otot Lurik)
Jaringan otot rangka disebut otot rangka karena melekat pada tulang rangka. Dalam kehidupan sehari-hari, jaringan otot rangka dikenal sebagai daging. Jaringan otot rangka berwarna merah muda karena mengandung pigmen di dalam serat-seratnya dan memiliki banyak pembuluh darah. Sel otot rangka berbentuk silindris panjang, berukuran panjang 1-40 mm dan berdiameter 10-100 µm, inti berbentuk lonjong dan banyak jumlahnya di pinggir sel (sekitar 35 inti setiap mm panjang serat), banyak mengandung mitokondria, serta memiliki miofibril yang menunjukkan pita gelap dan pita terang seperti pola lurik. Otot lurik merupakan otot volunter (otot sadar) yang bekerja di bawah pengaruh saraf sadar, cepat bereaksi jika terdapat stimulus (rangsangan), kontraksinya kuat, tetapi cepat lelah. Ujung-ujung sel meruncing, tetapi agak membulat pada perbatasan otot dengan tendon. Otot dapat bertambah besat akibar latihan, karena terjadi penebalan pada serat-serat otot (hipertrofi), bukan karena bertambah banyaknya serat otot.
4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersebar secara luas di dalam tubuh. Jaringan saraf terdapat paling banyak (98%) pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang), sisanya terdapat pada susunan saraf tepi. Jaringan saraf berfungsi menghimpun rangsangan dari lingkungan, mengubah rangsangan menjadi impuls saraf, meneruskan impuls ke bagian penerimaan yang terorganisasi, menafsirkan impuls, kemudian memberikan jawaban (respons) yang tepat ke organ-organ efektor.
Jaringan saraf tersusun dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia). Neuron berbentuk serabut panjang. Neuroglia (neuron saraf, glialem) adalah sel berukuran kecil, menghasilkan mielin, berfungsi sebagai penyokong neuron-neuron, dan menyatukan jaringan pada susunan saraf pusat. Sepanjang hidup, sel saraf (neuron) tidak dapat melakukan pembelahan (regenerasi), tetapi dapat pulih kembali sesudah mengalami cedera pada tingkat tertentu. Sementara itu, neuroglia dapat berproliferasi (memperbanyak diri).





Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApalah repan ini
BalasHapus