Hereditas pada Manusia
Penyakit Menurun
Disusun Oleh:
Nama: Putri Cindy Cantikasari
Kelas: XII-9
Absen: 36
1. Hemofilia
Menurut Suryo, 2011: 206, hemofilia ialah suatu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka. Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit. Akan tetapi pada orang hemofilia, darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan darah.
Perkawinan antara seorang perempuan normal homozigotik (HH) dengan laki-laki hemofilia (h-) akan menghasilkan anak perempuan maupun laki-laki normal. Walaupun anak perempuan itu normal, tetapi ia "carrier". Jika ia menikah dan kebetulan mendapatkan suami hemofilia pula, maka separoh dari jumlah anak laki-lakinya ada kemungkinan hemofilia. Sedangkan genotipe hh bersifat letal. Dengan demikian tidak ada perempuan yang hemofilia. Perhatikan persilangan berikut.
Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal yang menikah dengan laki-laki hemofilia akan mempunyai anak-anak yang semuanya normal. Jadi ayah tidak mewariskan gen hemofilia yang dimilikinya kepada anak. Perhatikan juga persilangan berikut.
Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal tetapi carrier menikah dengan laki-laki hemofilia, akan dapat menghasilkan anak perempuan hemofilia.
2. Buta Warna
Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari kata "colour blind")
Karena gennya terdapat dalam kromosom X, sedangkan seorang perempuan mempunyai 2 kromosom-X, maka seorang perempuan dapat normal homozigotik (CC), normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang dijumpai homozigotik (cc) sehingga buta warna.
Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom- X saja, sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c-) saja. Perhatikan persilangan berikut.
Pada persilangan di atas, laki-laki buta warna menikah dengan perempuan normal, maka semua anak akan normal. Perhatikan juga persilangan berikut.
Pada persilangan di atas, seorang laki-laki normal menikah dengan perempuan buta warna. Semua anak perempuan akan normal, tetapi semua anak laki- laki buta warna. Di sini tampak adanya "criss-cross inheritance" (cara menurun bersilang), karena sifat ayah diwariskan kepada anak perempuan, sedangkan sifat ibu kepada anak laki-laki. Perhatikan persilangan berikut.
Pada persilangan di atas, perempuan normal (carrier) Cc menikah dengan laki-laki buta warna c. Separoh dari jumlah anak perempuan kemungkinan buta warna, demikian pula dengan anak laki-laki.
3. Anodontia
Anodontia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh gen resesif pada kromosom -X. Orang yang menderita kelainan ini tidak memiliki benih gigi di dalam tulang rahangnya, sehingga gigi tidak tumbuh seterusnya. Alelnya dominan A menentukan orang bergigi normal. Anodontia juga lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.
4. Albino
Albino disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, yaitu kelainan genetik dengan ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua).
Gen albino menyebabkan tubuh tidak dapat membuat pigmen melanin. Sebagian besar bentuk albino adalah hasil dari kelainan biologi dari gen-gen resesif yang diturunkan dari orang tua, walaupun dalam kasus- kasus yang jarang dapat diturunkan dari ayah/ibu saja. Ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino, tetapi semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.
5. Sindaktili
Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed fingers). Dalam keadaan normal, ada sejumlah gen yang membawa "perintah" kepada deretan sel di antara dua jari untuk mati, sehingga kedua jari tersebut menjadi terpisah sempurna. Pada kelainan ini, gen tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, jari-jari tetap menyatu dan tidak terpisah menjadi lima jari.
Jari yang sering mengalami pelekatan adalah jari telunjuk dengan jari tengah, jari tengah dengan jari manis, atau ketiganya. Sindaktili terjadi pada 1 dari 2.500 kelahiran. Lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.
6. Polidaktili
Polidaktili merupakan pewarisan sifat berupa kelebihan jumlah jari tangan atau kaki. Polidaktili dikenal juga dengan nama hiperdaktili. Bila jumlah jarinya enam disebut seksdaktili, dan bila tujuh disebut heksadaktili. Polidaktili terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran.
7. Brakidaktili
Brakidaktili adalah cacat lahir kongenital ditandai dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih pendek dari biasanya. Brakidaktili terjadi pada 1 dari 4.000 kelahiran.
Sumber: Buku Paket BIOLOGI
Penerbit Mediatama
Moto: "Tidak perlu menjadi menjadi sempurna, cukup jadi diri mu sendiri"











Keren sieeee
BalasHapusUWOWW SGT KEREN N MEMBARAAA, SMGT TRUS MBAKK ☝️☝️❤️🔥❤️🔥
BalasHapusalamak
BalasHapuscemungut mbak e
BalasHapuskerennn sekalii kak cindyy, bagus bgtt penjelasannya jelas, semangatt truss 🔥🔥👍
BalasHapusmantap sangat mengedukasi
BalasHapussangat mudah di pahami
BalasHapusSEMANGATT 🙆🏻♀️💗
BalasHapusSemangat kakk, bagus banget
BalasHapusKeren banget materi nya lengkap👍👍sukses selalu
BalasHapusberguna sekali
BalasHapuskeren kak materinya👍🏻👍🏻
BalasHapusTerimakasih atas materinya kak, bagus dan mudah dimengerti
BalasHapusmantappp , keren bangettt kak🤩🤩🤩 , informasinya sangat membantu dan mudah d pahami
BalasHapuswahh keren dan sangat membantu 🤩
BalasHapusWahhh makasihh materinya, lengkap & mudah dipahami
BalasHapusBermanfaat nih.. bagus bagus
BalasHapussemangatt kaa! penjelasan materinya cukup memuaskan🌟
BalasHapuskeren sekalii
BalasHapusmenambah wawasan baru, materi mudah dipahami. semangattt 🍀
BalasHapus