Hereditas Pada Manusia

 Penyakit Menurun

Disusun oleh :

Nama : Talitha Anindya Purnomo 

Kelas : XII-9

No. Absen : 31


A. Hemofilia 
Menurut Suryo, 2011: 206, hemofilia ialah suatu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka. Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit. Akan tetapi pada orang hemofilia, darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan darah.

Perkawinan antara seorang perempuan normal homozigotik (HH) dengan laki-laki hemofilia (h-) akan menghasilkan anak perempuan maupun laki-laki normal. Walaupun anak perempuan itu normal, tetapi ia "carrier". Jika ia menikah dan kebetulan mendapatkan suami hemofilia pula, maka separoh dari jumlah anak laki-lakinya ada kemungkinan hemofilia. Sedangkan genotipe hh bersifat letal. Dengan demikian tidak ada perempuan yang hemofilia. 
Perhatikan persilangan berikut.


Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal yang menikah dengan laki-laki hemofilia akan mempunyai anak-anak yang semuanya normal. Jadi ayah tidak mewariskan gen hemofilia yang dimilikinya kepada anak. Perhatikan juga persilangan berikut.


Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal tetapi carrier menikah dengan laki-laki hemofilia, akan dapat menghasilkan anak perempuan hemofilia.

B. Buta Warna 
Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari kata "colour blind").

Karena gennya terdapat dalam kromosom X, sedangkan seorang perempuan mempunyai 2 kromosom-X, maka seorang perempuan dapat normal homozigotik (CC), normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang dijumpai homozigotik (cc) sehingga buta warna.

Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom-X saja, sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c) saja. Perhatikan persilangan berikut.


Pada persilangan diatas, laki-laki buta warna menikah dengan perempuan normal, maka semua anak akan normal. Perhatikan persilangan berikut. 


Pada persilangan di atas, seorang laki-laki normal menikah dengan perempuan buta warna. Semua anak perempuan akan normal, tetapi semua anak laki. laki buta warna. Di sini tampak adanya "criss-cross inheritance" (cara menurun bersilang), karena sifat ayah diwariskan kepada anak perempuan, sedangkan sifat ibu kepada anak laki-laki. Perhatikan persilangan berikut


Pada persilangan di atas, perempuan normal (carrier) Cc menikah dengan laki-laki buta warna c. Separoh dari jumlah anak perempuan kemungkinan buta warna, demikian pula dengan anak laki-laki.

C. Anodontia

Anodontia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh gen resesif pada kromosom -X. Orang yang menderita kelainan ini tidak memiliki benih gigi di dalam tulang rahangnya, sehingga gigi tidak tumbuh seterusnya. Alelnya dominan A menentukan orang bergigi normal. Anodontia juga lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.

D. Albino

Albino disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, yaitu kelainan genetik dengan ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda mempunyai atau biru dengan pupil merah (tidak semua).

E. Sindaktili

Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed fingers). Jari yang sering mengalami pelekatan adalah jari telunjuk dengan jari tengah, jari tengah dengan jari manis, atau ketiganya. Sindaktili terjadi pada 1 dari 2.500 kelahiran. Lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.

F. Polidaktili


Polidaktili merupakan pewarisan sifat berupa kelebihan jumlah jari tangan atau kaki. Polidaktili dikenal juga dengan nama hiperdaktili. Bila jumlah jarinya enam disebut seksdaktili, dan bila tujuh disebut heksadaktili. Polidaktili terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran.

G. Brakidaktili


Brakidaktili adalah cacat lahir kongenital ditandai dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih pendek dari biasanya. Brakidaktili terjadi pada 1 dari 4.000 kelahiran.

Sumber internet :
• Buku Paket Mediatama hal 170-173

Motto : Terima Dirimu, Cintai Dirimu, Jadilah Dirimu

Komentar

  1. aku jadi lebih tau tentang macam macam penyakit turunan

    BalasHapus
  2. Semangattt, kerenn bangettt

    BalasHapus
  3. Artikel yang bagus dan mudah di pahami

    BalasHapus
  4. Keren bangetttt🤩🤩

    BalasHapus
  5. bagus bgtttt artikelnya

    BalasHapus
  6. semangat talithaaa😻😻

    BalasHapus
  7. Keren banget artikelnya,mudah di pahami

    BalasHapus
  8. Informasi nya bagus bgt, jelas dan mudah dipahami.

    BalasHapus
  9. baguusss artikel nya mudah di pahami😻

    BalasHapus
  10. NADYA RAHMANIA PUTRI/XII-3Kamis, November 07, 2024 8:04:00 AM

    Keren banget kak Talitha, bermanfaat bangeetty

    BalasHapus
  11. bagus bangett materinya lengkapp!!! 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  12. Riska Andriana X-2
    kereennn, sangat mudah dipahami ini dan bermanfaat sekalii

    BalasHapus
  13. Bagus banget, informasinya mudah dipahami

    BalasHapus
  14. wawwww, amazing 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️

    BalasHapus
  15. baguss bangett materiinya !!

    BalasHapus
  16. okeee materinya sangat mudah dipahamiii

    BalasHapus
  17. semangat kakak

    BalasHapus
  18. sangat mudah dipahami

    BalasHapus
  19. Terimakasih materinya mudah di pahami,semangat terus mbakk

    BalasHapus
  20. wahh lengkap sekali materinya🤩🤩

    BalasHapus
  21. Wahhh penjelasannya bagus bangett, mudah dimengerti

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia