Jaringan Pada Hewan Vertebrata

 









Disusun oleh : 

Zaskya Kirana Putri Hapsari/36 

Iin Novianti/22



A. jaringan epitel 


Jaringan epitel dapat berupa membran atau berupa kelenjar, kelenjar epitel berkembang dari permukaan epitel dengan caro tumbuh ke dalam jaringan ikat di bawahnya. Seluruh jaringan epitel terletak pada suatu lamina basalis (lapisan membran bosal) yang memisahkan epitel dari jaringan ikat di bawahnya, pembuluh darah, dan jaringan soraf, Permukaan sel yang berhadapan dengan lumen disebut permukaan opikal, permukaan yang terletak di antara sel-sel disebut, permukaan lateral, dan permukaan yang berhadapan dengan membran basal disebut permukaan basol.



berdasarkan bentuk sel, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi 5 yaitu 


1. jaringan epitel pipih,

2. Jaringan epitel kubus.

3. jaringan epitel silindris.

4. jaringan epitel transisional.

5. jaringan epitel kelenjar.


1. Jaringan epitel pipih, epitel pipih berbentuk sangat tipis seperti lembaran, tingginya lebih daripada lebarnya. 

Jaringan apital pipih dapat dibedakan 2 macam, yaitu

a, epitel pipih selapis.

b, epitel pipih berlapis banyak


2. Jaringan epitel kubus. Jaringan epitel kubus tersusun dari sel-sel berbentuk kubus. Jika dilihat dari permukaan, sel-selnya tampak berbentuk seperti heksagonal stou poligonal. Jaringan epitel kubus dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

a, epitel kubus selapis,

b. epitel kubus berlapis banyak


3. Jaringan epitel silindris

 tersusun dari sel-sel berbentuk heksagonal memanjang Tel-sel tampak  tinggi dangan inti berderet pada ketinggian yang sama dan terletak lebih dekat dengan permukaan basal daripada permukaan apikal,Berdasarkan susunanya epitel silindris dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:


a epitel silindris selapis.

b. epitel silindris berlapis banyak


4. Jaringan Epital Transisional. 


Epitel ini disebut transisional Karena dahulu dianggap sebagai peralihan antara epitel pipih berlapis banyak tanpa lapisan  zat tanduk dengan epitel silindris berlapis banyak. Apitel transisional terdapat pada bagian-bagian yang mengalami tekanan dari dalam dengan kapasitas yang bervariasi Pada lapisan basal terdiri atas sel kubus hingga silindris, lapisan tengah terdiri atas sel-sel kubus polihedral, dan lapisan permukaan dalam (superfisial) terdiri atas sel yang bentuknya bervariasi dari kubus hingga pipih, tergantung pada peregangan yang tidak diregangkan umumnya berbentuk cembung. 


5.Jaringan Epitel Kelenjar, 

Epitel kalanjar tersusun dari sekelompok sel-sel epitel khusus untuk sekresi zat Yang diperlukan dalam proses fisiologi tubuh, Kelenjar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu 


a. kelenjar eksokrin,

b, kelenjar endokrin.



B. Jaringan ikat (jaringan penyambung)


Jaringan ikat tersusun dari bahan intersel (matriks) dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel, Karens jaringan ikat banyak mengandung matriks



1. matriks jaringan ikat


Matriks terdiri atas substansi intersel amorf (tidak berbentuk) dan substansi intersel Fibrosa (serat).


a. Substansi intersel amorf (tidak berbentuk) 

b. Substansi intersel fibrosa (serat) berfungsi sebagai penyokong. Serat dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu serat kolagen, serat,

 

2. sel sel penyusun jaringan ikat.


sel-sel yang ditemukan di jaringan ikat, yaitu

a. Fibroblas

b, makrofag (histiosit)

c. sel lemak (sel adiposa)

d. mast cell (sel tiang)

e.sel plasma

F, sel pigmen

g. leukosit (sel darah putin)

H. sel mesenkim



C. Jaringan otot


Struktur jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi untuk melakukan gerakan. Jaringan otat harus melakukan gerakan mekanis, maka diperlukan banyak pembuluh kapiler darah untuk memberikan nutrisi dan oksigen, serta mengangkut zat sisa. Jaringan otot tersusun dari sel-sel atau serat-serat otot yang tergabung dalam berkas-berkas, Sel otot memiliki membran plasma yang disebut sarkolema dan berisi sitoplasma yang disebut sarkoplasma.


Di dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot, yaitu otot polos, otot rangka (otot lurik), dan otot jantung.



D.jaringan saraf


Jaringan Saraf tersebar secara luas di dalam tubuh. Jaringan saraf terdapat paling banyak (98%) pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang), sisanya terdapat pada susunan saraf tepi. Jaringan saraf berfungsi menghimpun rangsangan dari lingkungan, mengubah rangsangan menjadi impuls saraf. meneruskon impuls ke bagian penerimaan yang terorganisasi, menafsirkan impuls, kemudian memberikan jawaban (respons) yang tepat ke organ organ efektor.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia