Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

 


Disusun oleh:

1. Muhammad Haidar Abid Ar Rafi 27

2.Muhammad Daffa Abdulloh 25



A. Keanekaragaman Hayati Indonesia


   Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me- miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya se- hingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.


Dari kegiatan tersebut Anda telah mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia.


1. Persebaran Flora di Indonesia 


    Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbunan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.


2.Persebaran Fauna di Indonesia


Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan,


a. Fauna Wilayah Oriental


   Fauna wilayah onental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan

                               FAUNA ORIENTAL



b. Fauna Wilayah Australian 

  Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

                            Fauna Australian



c. Fauna Wilayah Peralihan Fauna wilayah

   peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo

                          Fauna Tipe Peralihan

    


  Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.


1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis 

  Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana)


2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim

Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.


3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana

Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala


B. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati


Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi.


Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.


Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.


Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati:


1. Nilai Konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).



2. Nilai Ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat diuangkan. Contoh: rotan dan kayu untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.



3. Nilai Ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan ikan dan hewan air; hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.



4. Nilai Biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.



5. Nilai Ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.



6. Nilai Estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.



Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan, keanekaragaman hayati memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh, keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.


Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.


Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:


1. Pelestarian In Situ adalah perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.




2. Pelestarian Ex Situ adalah perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut:


Kebun Botani: kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh: Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi.




Kebun Koleksi: kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone



Kebun Plasma Nutfah: mirip kebun koleksi, mengembangkan plasma nutfah unggul serta bibit tradisional dan kerabat liarnya.


Penangkaran Hewan: contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.



C. Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup


Inovasi teknologi biologi merupakan penerapan teknologi dalam aspek-aspek biologi seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan lainnya.


Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.


Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.


                          Sumber Data 

https://images.app.goo.gl/WjQ1rVfj3B4f9WVZ9  

https://images.app.goo.gl/ZAtXJuoYCnLmV62w7

https://images.app.goo.gl/fvMNJ3wQXvcP1pvW7

https://images.app.goo.gl/dDamCXPxDNMKEtd17

https://images.app.goo.gl/L6W7ukdhDKisNhHf6

https://images.app.goo.gl/WiiSj85fiqGUnkrd9

https://images.app.goo.gl/3JsG5CSGgR5Z6AKg8


MOTTO: Orang yang malas belajar tidak akan bisa berkembang! 


                                Terimakasih

Komentar

  1. keren banget ilmunya bermanfaat gampang dimengerti, sukses terus kak!

    BalasHapus
  2. keren banget ilmunya lengkap, terimakasih ini sangat membantu

    BalasHapus
  3. Materi yang di berikan sangat jls dan mudah di pahami dik

    BalasHapus
  4. KEREN BANGETTT, mudah dipahami, semoga lancar ya

    BalasHapus
  5. artikel sangat bagus serta bahasanya mudah dipahami

    BalasHapus
  6. kueren artikel nya, sangat membantu

    BalasHapus
  7. keren bangett, materinya juga mudah dipahami

    BalasHapus
  8. wahhhhh lengkap banget, ada foto dan materi yang mudah di pahamiii

    BalasHapus
  9. Wow keren banget mas Haidar

    BalasHapus
  10. Bagus bangett mudah di pahami

    BalasHapus
  11. keren banget materinya gampang dimengerti, sukses terus!

    BalasHapus
  12. bagus banget, materinya singkat tapi sangat mudah untuk dipelajari

    BalasHapus
  13. woww, materi nya gampang di pahami

    BalasHapus
  14. wow, manteeepp poll mudaaah di pahaamiii

    BalasHapus
  15. bagus sekali rafi bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia