Keanekaragaman Hayati Indonesia


 Disusun oleh :

1. Imtiyaz Meiga Prastyati (19)

2. Nadia Kamila Ayu Azzahra (29)


A. Keanekaragamane Hayati Indonesia 

Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me-miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya se-hingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.

Dari kegiatan tersebut Anda telah mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia.


1. Persebaran Flora di Indonesia

Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceas, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap.

Contoh: meranti (Shorea sp.) dan kering (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampal Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.


2. Persebaran Fauna di Indonesia

Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralinan.


a. Fauna Wilayah Oriental

Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Conto jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.




b. Fauna Wilayah Australian

Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Conto jenis fauna endemik: cenderawash (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.


c. Fauna Wilayah Peralihan

Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Conto jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.



Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men-jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.


1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis

Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).


2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim

Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan keil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.


3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana

Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.



B. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati Indonesia merupa- kan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru.

Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.

Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.


Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati.


1. Nilai konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).

2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.

3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global. 

4. Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.

5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.

6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.


Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayati me- miliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.


Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.


Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut. 


1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.

2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.

a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh: Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain. 

b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone. 

c. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya.

d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.



Sumber ;

https://images.app.goo.gl/WjQ1rVfj3B4f9WVZ9

https://images.app.goo.gl/fvMNJ3wQXvcP1pvW7

https://images.app.goo.gl/ZAtXJuoYCnLmV62w7


Motto ; 

Pintar, kreatif, sehat dan punya karakter












Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia