Keanekaragaman Hayati Indonesia

keanekaragaman Hayati Indonesia


 Disusun Oleh : 

  Deca aisyah n / X-4 /19



1. Persebaran Flora di Indonesia

   Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara, Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari famille Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampal Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.


2. Persebaran Fauna di Indonesia

   Berdasarkan gans Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan


 
a. Fauna Wilayah Oriental

   Fauna wlayah oriental meliputi berbagai macam primate, mamalla besar, dan berbage Jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik badak bercula saby (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang Man (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak ball (Leucopsar rothschild) Pulau Beil, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan



 b. Fauna Wilayah Australian

Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalla berukuran kecil, dan banyse jenis burung yang berwama. Contoh jenis fauna endemik cenderawasih (Paradises minor, kasuan (Casuarius glanatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.



 c. Fauna Wilayah Peralihan

Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australlan. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anca, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.




   Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men- Jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman Tumbuhan Hutan 
    Hujan Tropis
    Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada                kelimpahan kekayaan dan kesuburannya.            Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis          ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang      luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari                  ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan                        perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di            Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi      rapat dan banyak tumbuhan merambat                (liana).

2. Keanekaragaman Tumbuhan Hutan Musim      Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan          musim berbeda dengan keanekaragaman            jenis  di hutan hujan tropis. Persebaran                hutan musim di Indonesia membentuk                kelompok hutan kecil yang berada di antara        tipe vegetasi lainnya, Contoh hutan musim di      Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

3. Keanekaragaman Tumbuhan Hutan Sabana 
Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.


C. Manfaat dan pelestarian 
   Keanekaragaman Hayati

   Keanekaragaman hayati Indonesia merupa- kan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan
asalnya sehingga menimbulkan spesies baru.
   Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.
   Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.

  Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati :
 
1. Nilal konsumtif, artinya keanekaragaman      hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).

2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.

3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.

4. Nilal biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pemapasan makhluk hidup lain.

5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.

6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batir/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi. 

  Selain beberapa nilai manfaat miliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.

  Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian. Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut,

1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldil) di Bengkulu.

2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di

luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut. 

a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. 
Contoh: Kebun Raya Bogor, Kebun Raya                               Purwodadi, dan lain-lain.

b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. 
Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.

c. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat lianya.

d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

D. Inovasi Teknologi Biologi untk Mengatasi         Kelangkaan Makhluk hidup 

   Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi.
   Inovasi teknologi biologi dapat menjadisolusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup.
Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur Jaringan dan kloning.
   Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.

1. Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.

b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan. 

c. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan
terhadap hama.

d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.
  
2. Teknologi Kioning

a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu.

b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, seenggabungkannya untuk boning melibatkan menanamkan embrio ini ke dalam Seekor induk yang akan melahirkan hewamyang merupakan salinan identik dari individu asal.

c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah. 

d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis.

  Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.


Sumber internet :

https://m.kumparan.com/berita-update/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia-berdasarkan-4-faktor-berikut-ini-1umcZ2qMJ1d

https://radarpena.disway.id/read/142581/fauna-oriental-ciri-dan-keunikannya

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/08/27/fauna-australis-ketahui-ciri-ciri-contoh-hewan-dan-konservasi-alamnya-di-indonesia


motto : " Tidak ada kata terlambat untuk                            belajar"
    


Komentar

  1. Baguss + Keren ini mah
    Penjelasan ini sangat mudah di pahami dan ringkas banget buat di pelajari!! Selalu semangatt ya~

    BalasHapus
  2. Bila - SMKN 4 SBY

    Keren! artikelnya sangat bermanfaat dan mudah dipahami! semangatt!!

    BalasHapus
  3. Nadia Ayu A. SMKN 4 SURABAYA

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat menarik dan mudah dimengerti oleh pembaca

      Hapus
  4. Nadia Q - SMAN 7 Surabaya

    Luar biasa, banyak wawasan yang saya dapat dari artikel ini. Ditunggu artikel selanjutnya!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia