Keanekaragaman Hayati Indonesia

 Keanekaragaman Hayati Indonesia


Disusun Oleh:
Brigita Jane Nainggolan / X-4 / 16

Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me- miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya se- hingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.

Dari kegiatan tersebut Anda telah mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia.

1. Persebaran Flora di Indonesia



Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.

2. Persebaran Fauna di Indonesia



Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.

A. Fauna Wilayah Oriental 

Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.

B. Fauna Wilayah Australian

Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

C. Fauna Wilayah  Peralihan

Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.

Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men- jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis



Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).

2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim



Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman moo jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. 


3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana



Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.

C. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati Indonesia merupa- kan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru.
Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.

Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati.


1. Nilai konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak). 
2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia. 
3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.
4. Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.
5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.
6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.

Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayat memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.

Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan bertingai usaha pelestarian.
 
Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesual dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jaws (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkal (Rafflesia amoldii) di bengkulu.

2. Palestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di fuar habitat aslinya. Palestarian ex aitu dapet dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
a. Kebun botani, yaitu kabun yang mengoleksi bertagal jenis tumbuhan yang hidup. Contoh Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.

b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang gakan dipertahankan dan dikambangkan dalam bentuk hidup. Contoh: kolekal kelapa di Bone-Bone.

c. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya. 

d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

D. Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup

Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa Inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan,rekayasa genetika, dan banyak lagi.

Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.

Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.

1. Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.

b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

c. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.

d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.

2. Teknologi Kloning



a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu.

b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan Identik dari Individu asal. 

c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah.

d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis.

Kedua teknik ini memiliki peran penting dalat dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.

Sumber: 

Persebaran Flora di Indonesia: https://images.app.goo.gl/ezZR15ZcxJahx8Yx9

Persebaran Fauna di Indonesia:

Hutan Hujan Tropis:

Hutan Musim:

Hutan Sabana:

Teknologi Kloning:

Motto: “Bersama Meraih Impian”.


















Komentar

  1. kerenn bangetttt!!!!!🥳

    BalasHapus
  2. saya Maria X TKJ 1 dari SMK ST.LOUIS. Materinya sangat baik dan bermanfaat, bagus sekali👍🏻

    BalasHapus
  3. kerenn, mudah dipahamiii!

    BalasHapus
  4. Saya Vincentia Early XE dari SMA St. Louis 1, saya merasa materinya sangat menarik dan bermanfaat untuk kedepannya juga mudah dipahami, terima kasih gita semangatt!

    BalasHapus
  5. keren, materinya lengkap 👍🏻 makasih jane!

    BalasHapus
  6. Saya Gisela Septia Callista Putri X-2 dari SMA 17 Agustus 1945, materi yang disampaikan lengkap dan mudah dipahami, saya merasa terbantu dengan adanya materi tersebut

    BalasHapus
  7. saya marsa dari smkn 6, materinya rapi dan diringkas secara baik, yg membuat mudah untuk dipahami. semangattt🙌🏻🙌🏻

    BalasHapus
  8. keren bgt jane, materinya lengkap!!

    BalasHapus
  9. keren banget blognya, ssngat membantu

    BalasHapus
  10. materinyaaaa sangaattt lengkaapp sekalii daaann jugaaa mudaahh dipahamii sertaaa dapaatt menambah wawasan sayaa!! kerenn sekalii Janee 🙋🏻🌟

    BalasHapus
  11. OMG KEREN BGTTTT, MUDAH DI PAHAMI SEKALII 😻😻😻

    BalasHapus
  12. Muhammad Habiburrohman X-3Sabtu, November 09, 2024 8:07:00 PM

    KEREN BANGET DAN MENG INSPIRASI

    BalasHapus
  13. LENGKAP SEKALIII DAN MUDAH DIPAHAMII !!

    BalasHapus
  14. Kerenn banget materinyaa lengkapp dan sangat masukk !!🤩

    BalasHapus
  15. MATERINYA RINGKAS DAN MUDAH DIPAHAMI, KUURENN (Aziiz Aqiilah Nur Tjandra X-2 SMAN 21 SURABAYA)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia