Keanekaragaman Hayati Indonesia

   Keanekaragaman        Hayati Indonesia
             Disusun oleh :

            Citara junita elgipzyy/17/X-4









Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me- miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya sehingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country


1. Persebaran flora di indonesia

    Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara, Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.


1. Flora of west Indonesian

Flora Indonesia bagian barat memiliki banyak persamaan dengan keadaan flora di Benua Asia pada umumnya (Flora Asiatis). Flora Indonesia bagian barat terdiri atas beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut.

-Hutan hujan tropik tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

-Hutan musim tersebar di beberapa wilayah seperti wilayah utara Jawa.

-Hutan mangrove merupakan kelompok tumbuhan khas di daerah pantai.

-Sabana tropik banyak dijumpai di Pulau Bali, Jawa Timur bagian Timur, dan dataran tinggi Gayo (Aceh).


2. Flora of central Indonesian

Flora Indonesia bagian tengah memiliki flora khas negara Indonesia. Flora Indonesia bagianTengah terdiri dari 

https://pin.it/5vyYgcdY5 

-Sabana tropik, banyak dijumpai di Nusa Tenggara Barat.

-Stepa banyak dijumpai di Nusa Tenggara Timur.


3. Flora of east Indonesian

Flora Indonesia bagian Timur memiliki banyak persamaan dengan keadaan flora di Benua Australia (Flora 

https://pin.it/7kEcPaKS7.        

Australis). Flora Indonesia bagian Timur terdiri atas beberapa kelompok, yaitu hutan hujan tropik, hutan pegunungan, dan hutan mangrove.

Source : https://www.inews.id/news/nasional/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia-faktor-yang-memengaruhi-jenis-dan-wilayahnya/2?_gl=1*l0vtbc*_ga*d3dZMzhrWlNZb3hyZnExRE9Wb3g5YW5TSWJnaHhMLTI3cmkxUW8zcHpCUTRoU1k1d3VPYjZBb3BWUEQzT21TQQ



2. Persebaran fauna di indonesia

 Persebaran Fauna di Indonesia Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.


A. Fauna wilayah oriental

Source : https://pin.it/6hRMcKmyu

Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicatiaberbagai contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.


B. Fauna wilayah Australian




Source : https://pin.it/4oqt0du7t

Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

3. Fauna wilayah peralihan








  Source : https://pin.it/PVqJCFguL

Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.


Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men- jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.


1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis



Source : https://pin.it/1ELEbnKk5

Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).


2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim


Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.


3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana



source : https://pin.it/3zlMPKqBR

Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala


              Manfaat & pelestarian                               keanekaragaman hayati


Hak cipta © Anthony ThijssenSource : https://pin.it/6pp0K8N5h

Apa itu keanekaragaman hayati?

Mengapa hal ini terancam dan mengapa hal ini penting

Keanekaragaman hayati adalah semua jenis kehidupan yang akan Anda temukan di satu area—berbagai jenis hewan, tumbuhan, jamur, dan bahkan mikroorganisme seperti bakteri yang membentuk dunia alami kita. Setiap spesies dan organisme ini bekerja sama dalam ekosistem, seperti jaring yang rumit, untuk menjaga keseimbangan dan mendukung kehidupan. Keanekaragaman hayati mendukung segala sesuatu di alam yang kita butuhkan untuk bertahan hidup: makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal.


Namun, seiring meningkatnya tekanan manusia terhadap planet ini, dengan menggunakan dan mengonsumsi lebih banyak sumber daya daripada sebelumnya, kita berisiko mengganggu keseimbangan ekosistem dan kehilangan keanekaragaman hayati. Laporan Living Planet 2024 dari WWF  menemukan rata-rata penurunan 73% dalam populasi mamalia, ikan, burung, reptil, dan amfibi global sejak 1970. Laporan Penilaian Global tahun 2019 yang penting oleh Platform Antarpemerintah tentang Keanekaragaman Hayati dan Layanan Ekosistem melaporkan 1 juta spesies hewan dan tumbuhan kini terancam punah—jumlah tertinggi dalam sejarah manusia. 

Tiga perempat lingkungan daratan dan sekitar 66% lingkungan lautan telah berubah secara signifikan. Lebih dari sepertiga permukaan daratan dunia dan hampir 75% sumber daya air tawar kini digunakan untuk produksi tanaman pangan atau ternak. Perubahan iklim memperburuk dampak pemicu stres lainnya terhadap alam dan kesejahteraan kita. Manusia telah menangkap ikan secara berlebihan di lautan, menebang hutan, mencemari sumber air kita, dan menciptakan krisis iklim. Tindakan-tindakan ini berdampak pada keanekaragaman hayati di seluruh dunia,


Source : https://www.worldwildlife.org/pages/what-is-biodiversity

Apa saja manfaatnya ?

1. Nilai konsumtif, artinya keanat yang terkan dayati memberikan manusiarumahan mencukupi kebutuhan pankeanekaragaman, havalj, pisang, dan ayam), perurnahan (contoh: kan jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).

2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat diharge dengan uang. Contoh: rotan danganyu hamin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan ko menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.

3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.

4. Nilai biologis,artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bag makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.

5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu d Meru Betiri, Banyuwangi.

6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.

Lalu bagaimana cara melestarikannya ?

Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian

Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.

2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.

a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh:

Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.

b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.

c. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya. 

d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

Souurce : buku lks biologi vivapakarindo hal 26

D. Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup

Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.

Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.


1 . Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.

b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

c. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang

bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.

d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.


2 . Teknologi kloning

a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik da hewan atau tanaman tertentu.

b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari Individu asa


c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seper badak putih utara yang terancam punah.

d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang ham punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis.

Source : lksvivapakarindo biologi hal 27,28


Motto : simplity is key

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia