Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Disusun Oleh :
Raniyah Shaila Putri X-4 / 32

Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya sehingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.
 
1. Persebaran flora di Indonesia


Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familla Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.

2. Persebaran fauna di Indonesia


Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.

A. Fauna Wilayah Oriental
Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.

B. Fauna Wilayah Australian
Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

C. Fauna wilayah peralihan
Meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.

Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).

 2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana
Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.

C. Manfaat dalam pelestarian keanekaragaman hayati


Sumber Internet : https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/07/10-Cara-Upaya-Melestarikan-Keanekaragaman-Hayati-pada-Flora-dan-Fauna.jpg

Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. 
Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.


Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati :

1. Nilai konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).

2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.

3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilank iklim global. 

4. Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain. 

5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu die Meru Betiri, Banyuwangi.

6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia.

Memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik. 

Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayali di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.


Sumber Internet :https://superlive.id/storage/superadventure/2020/05/21/8e2721e6406d.jpg

Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut :

1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.


Sumber Internet : 
https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x465/photo/2023/11/11/pelestarianjpg-20231111082811.jpg

2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut :

A. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh:Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.

B. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.

C. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya.

D. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

D. Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup

Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi.

Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning. Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan kloning.

1. Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

Sumber Internet : https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2022/09/plant-tissue-culture-824c29f1118599561f83e382a707ce89-90f8c49d41561864b3c460d47a531360.jpeg

A.  Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.

 B. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

C. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.

D. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.


2. Teknologi Kloning



Sumber Internet : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kompasiana.com%2Fyuliahikmiatyundiksha20232033%2F658af97bc57afb0765640cc5%2Fteknologi-rekayasa-genetik-dengan-proses-kloning-pada-domba-dolly&psig=AOvVaw2HWXXRKV-5WXgCd3ie24hD&ust=1731141398987000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBQQjRxqFwoTCPjv6beqzIkDFQAAAAAdAAAAABAZ


A. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu. 

B.Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal. 

C. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah.

D. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis. 

Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi Ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.

#Motto : “Never Stop Growing”




Komentar

  1. bermanfaatt materinyaa (maulidyah/x-10)

    BalasHapus
  2. nama : Gabrielle
    kelas : X-2
    WIHH KEREN KEREN SEMANGAT

    BalasHapus
  3. kereennn materinya mudah di pahamiii, good job shailaa 🌟🙆🏻‍♀️

    BalasHapus
  4. Nama: Rianti zahra aprilia
    Sekolah: Sman 13 surabaya
    materi yang diberikan mudah dipahami dan sangat detail, terimakasih shaila, kerennya 🤍🤍

    BalasHapus
  5. Membantu bangett shaii, bergunaa juga, kerenn'

    BalasHapus
  6. Nama: Naila Keysha
    Sekolah: Smk Negeri 5 Surabaya
    kereenn, materinya mudah dipahami banget, semangatt

    BalasHapus
  7. keren banget materinya, mudah dipahami juga 🙆‍♀️🌟 (Almira Syafa - X7

    BalasHapus
  8. Nama : Syifa Anggraeni Putri
    Sekolah : SMAN 1 DRIYOREJO
    materinya sangat bermanfaat sekalii, keren sekali👊🏻👊🏻💗

    BalasHapus
  9. Nama: Lathifatul Charisa S
    Sekolah: Smkn 4 surabaya
    materi yang di sampaikan dapat di pahami dengan mudah dan sangat detail, kerennyya shaiii🤍

    BalasHapus
  10. nama : nabila putri w
    sekolah : SMA GIKI 1
    materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami

    BalasHapus
  11. SHAFIRA X-9
    Penjelasan materi yang dipaparkan sangat mendetail.
    Semangat ya Shaila

    BalasHapus
  12. Baby Kurnia Oktaviana
    smkn 2 Surabaya
    Materinya mudah dipahami dan sangat detail 🤩
    semangattt shailu!!

    BalasHapus
  13. Sensya Nova from SMKN 1 SBY!!
    MATERINYAA SANGATT MEMBANTUU, KERENNN!! Terima kasihh kakk🤩

    BalasHapus
  14. Viola Anggun Anatasya
    smkn 4 surabaya
    MATERINYA SANGAT MUDAH DAN SANGAT MEMBANTU, KERENNN BANGET SEMANGAT SHAILAAA!!😻

    BalasHapus
  15. terimakasihh shailaa, materinya mudahh bgt buat dipahamii 😍😍

    BalasHapus
  16. Kerennn bangett materinya

    BalasHapus
  17. Carissa faliha muhan, SMAN 13 surabaya
    Wihh keren banget materinyaaa! Aku jd pahamm terimakasii shaii

    BalasHapus
  18. Saya Azifah Najwa dari SMAN 11 Surabaya
    Materinya disajikan dengan baik, keren sekalii, saya pahammmm terimakasih 💋💋

    BalasHapus
  19. Earlene Nur Iftiyatuz Zuria
    SMA Negeri 1 Kebomas
    KEREENN BGTT!! penjelasaan materinyaa detaaill, susunan nyaaa jugaa raapii, SEMANGAAATT

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia