Keanekaragaman Hayati Indonesia
B. Manfaat dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.
Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.
Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati.
1. Nilai konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).
2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.
3. nilai ekologis,artinnya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.
4. Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.
5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.
6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.
selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayati memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.
agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.
usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1. pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di ujung kulon, dan bunga bangkai (raflesia Arnoldii) di Bengkulu.
2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh: kebun Raya Bogor, kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.
b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.
c.Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya.
d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.
C.inovasi teknologi biologi untuk mengatasi makhluk hidup.
Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi.
inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melakukan kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.
berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.
1.perbanyakan dengan kultur jaringan
a. perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.
b. teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.
c. dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan kelon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.
d. keuntungan utama dari teknik ini adalah kemungkinan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan
2.teknologi kloning.
a. teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu.
b. dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal.
c. teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan clone hewan yang terancam punah, seperti badak putih Utara yang terancam.
d. keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis.
Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.
TERIMAKASIH
"Tidak ada hal yang sia sia dalam belajar karena ilmu akan bermanfaat pada waktunya"



Keren banget informatif, terimakasih
BalasHapusmaterinyaa sangat membantu keren bangett
BalasHapusbaguss banget, tulisannya juga rapii
BalasHapusWah bagus banget gilaaa Materi nya sangat membantu nanti pas ulangan Biologi, della dan lathifah harus nilai 100 ini mah Kalo bisa lebih dari 100 sihhhh👊🏻
BalasHapusuntuk intan dari andhika X-4
BalasHapusmenambah wawasan baru ku, semangat intan
afifah x-3
BalasHapusbagus , rapi , anggun artikel nya
Materi yang diberikan sangat mudah di pahami dan penulisan juga rapi. terima kasih materinya
BalasHapuskerennn lanjutkan bakatmu
BalasHapusKeren
BalasHapusWahhh ini bagus sekali sihhh bisa membantu anak pelajar dan menambah wawasan mereka
BalasHapusbagus bgt artikelmu
BalasHapuswaw baguss bangett
BalasHapuskerenn bangett
BalasHapus