Keanekaragaman Hayati Indonesia
Keanekaragaman Hayati Indonesia
Disusun Oleh:
Aira Dhiya Najwa Qismika/X4/05
• Keanekaragaman Hayati Indonesia
Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya sehingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.
1. Persebaran Flora di Indonesia
a. Flora di Sumatera-Kalimantan
Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti (Dipterocarpus sp.); berbagai jenis epifit, seperti anggrek, lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik langka, seperti Rafflesia arnoldi yang tumbuh hanya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan.
b. Flora di Jawa-Bali
Wilayah Jawa Barat didominasi tipe iklim hutan hujan tropis dan iklim musim tropis. Jenis flora khas hutan musim tropis yaitu tanaman meranggas seperti pohon jati.
Semakin ke timur, tipe iklim bergeser ke arah tipe iklim dengan curah hujan yang lebih rendah. Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa bagian timur dan Pulau Bali adalah vegetasi sabana tropis.
c. Flora di Daerah Peralihan atau Wallacea
Kawasan Wallacea merujuk pada daerah peralihan atau bagian tengah di wilayah Indonesia, meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku.Wilayah-wilayah tersebut memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah.
Corak vegetasi yang terdapat di Kepulauan Wallacea meliputi: vegetasi sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara, vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan di Pulau Sulawesi, vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku, yang terdiri atas berbagai jenis rempah, seperti pala, cengkih, kayu manis, kenari, kayu eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.
d. Flora di Papua
Daerah tersebut meliputi flora yang ada di Papua (Irian Jaya). Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropistipe Australia Utara, dengan jenis flora yang khas yaitu eukaliptus.
Beberapa flora khas Papua, yaitu seperti eukaliptus, matoa, buah merah bitangur, anggrek, dan anggrek hitam
Sumber Internet: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20231002115551-569-1006070/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia-wilayah-serta-jenisnya
Sumber Foto: https://baraoutdoor.com/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia/2. Persebaran Fauna di Indonesia
Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.
a. Fauna Wilayah Oriental
Fauna oriental tersebar di benua Asia, khususnya di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia, persebaran fauna oriental paling dominan di bagian barat, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.
Contohnya saja harimau, badak, banteng, gajah, macan, dan lainnya. Ada hewan endemik yang hanya di satu daerah. Contohnya saja badak bercula satu, binturong, monyet Kedih, dan Tarsius Bangka. Terdapat berbagai jenis kera dan primata yang tinggal di hutan.
Sumber Internet: https://katadata.co.id/lifestyle/edukasi/633c3ecf44467/fauna-oriental-adalah-jenis-hewan-di-asia-ini-ciri-dan-contohnya#:~:text=Ciri%2Dciri%20Fauna%20Oriental&text=Contohnya%20saja%20harimau%2C%20badak%2C%20banteng,primata%20yang%20tinggal%20di%20hutan.
b. Fauna Wilayah Australian
Di daerah ini tidak terdapat jenis kera dan jumlah hewan menyusuinya berukuran kecil dan sedikit. Berikut adah hewan – hewan tipe Australis : burung, terdiri atas cenderawasih, kasuari, nuri dan raja udang. Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
Sumber Internet: https://sma13smg.sch.id/materi/persebaran-flora-dan-fauna-di indonesia/#:~:text=Fauna%20Australis&text=Di%20daerah%20ini%20tidak%20terdapat,katak%20terbang%2C%20dan%20katak%20air.
c. Fauna Wilayah Peralihan
Wilayah ini terdapat hewan tipe Asiatis dan Australis seperti kera (Asiatis) dan kuskus (Australis). Selain itu terdapat hewan yang tidak ada di Asia dan Australia. Berikut adalah hewan tipe peralihan : mamalia, terdiri atas anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, sapi, banteng, dan kuda.
Sumber Internet: https://sma13smg.sch.id/materi/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia/#:~:text=Fauna%20Australis&text=Di%20daerah%20ini%20tidak%20terdapat,katak%20terbang%2C%20dan%20katak%20air.
Sumber Foto: https://baraoutdoor.com/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia/
Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.
a. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).
b. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh tanaman yang hidup di hutan musim adalah jati, cendana, sengon, bunga anggrek, sagu, kayu putih, ketapang, dan kemiri.
Sumber Internet: https://mutucertification.com/jenis-hutan-di-dunia/#:~:text=Contoh%20tanaman%20yang%20hidup%20di,putih%2C%20ketapang%2C%20dan%20kemiri.
c. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana
Hutan sabana biasanya terdapat di wilayah dengan curah hujan yang rendah, yaitu wilayah tropis dan subtropis. Suhu di hutan sabana cenderung panas dan umumnya mengalami kekeringan yang panjang di setiap tahun. Beberapa jenis tumbuhan yang umum ditemukan di antaranya: rumput savana, pohon akasia, pohon palem, pohon kaktus, sulur karet, kacang polong, tahi ayam, kaktus centong.
• Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Keanekaragaman dapat terjadi akibat proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. Sedangkan adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.
Biodiversitas atau keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang vital bagi berlanjutnya hidup seluruh makhluk. Keragaman hewan dan tumbuhan serta organisme di bumi memenuhi segala macam kebutuhan yang diperlukan oleh kita sebagai manusia. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder. Adapun manfaat keanekaragaman hayati dalam bidang pangan dan sandang, ekologi, farmasi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sumber Internet: https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/
Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati.
a. Nilai Konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).
b. Nilai Ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.
c. Nilai Ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.
d. Nilai Biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.
e. Nilai Ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.
f. Nilai Estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.
Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayati memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.
Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati perlu dijaga kelestariannya, untuk menjaga kelestarian tersebut diperlukan adanya usaha pelestarian. Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
a. Pelestarian In Situ
Pada pelestarian in situ, hewan dan tumbuhan dilestarikan dengan cara menjaga habitat tinggalnya. Bentuk pelestarian in situ adalah cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, dan hutan lindung. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.
Sumber Internet: https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/20/185618069/pelestarian-ex-situ-dan-in-situ-serta-contoh-contohnya
b. Pelestarian Ex Situ
Konservasi ex situ berfokus pada pelestarian spesies di luar habitat alaminya, seringkali di fasilitas seperti kebun binatang, kebun raya, dan pusat pembiakan satwa liar, memungkinkan perlindungan dan pembiakan spesies yang terancam punah. Contoh pelestarian ex situ, yaitu kebun raya, bank DNA, kebun binatang, kebun botani, bank benih, akurium, dan taman safari.
Sumber Internet: https://palmoilina.asia/sawit-hub/mengenal-konsep-in-situ-dan-ex-situ/#:~:text=Konservasi%20ex%20situ%20berfokus%20pada,pembiakan%20spesies%20yang%20terancam%20punah.
• Inovasi Teknologi Biologi Untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup
Inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi disebut inovasi teknologi atau bioteknologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi. Bioteknologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol,antibiotik, asam organik) dalam proses produksi untuk menciptakan barang dan jasa yang dapat digunakan oleh manusia.
Sumber Internet: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-bioteknologi/
Inovasi teknologi biologi atau bioteknologi ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.
Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.
1. Perbanyak dengan Kultur Jaringan
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dalam kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut bisa dapat memperbanyak diri hingga tumbuh menjadi tanaman-tanaman yang baru kembali dengan sifat yang sama.Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa latin), berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.
Kelebihan kultur jaringan dibandingkan dengan perbanyakan bibit secara konvensional adalah; perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan cepat dan dalam skala banyak, kontinuitas ketersediaan bibit akan terjaga sepanjang waktu, tanpa harus menunggu musim berbuah, bibit yang dihasilkan akan sama dengan induknya, tingkat keseragaman pertumbuhan bibit di lapangan tinggi, hemat biaya pengiriman/transportasi, dan bebas hama penyakit.
Sumber Internet: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kultur_jaringan
Sumber Foto: https://bibitonline.com/artikel/prinsip-dan-metode-dalam-kultur-jaringan
2. Teknologi Kloning
Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu. Kloning dapat dilakukan dengan cara menggabungkan DNA makhluk hidup dengan DNA makhluk hidup lain. Contoh dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma,menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal.
Manfaat dari teknologi kloning ini adalah pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang bioteknologi modern dan reproduksi, memperbanyak dan mengembangkan bibit unggul suatu organisme, mengatasi infertilitas atau ketidaksuburan suatu organisme.
Namun, teknologi kloning juga dapat berdampak negatif yaitu dapat disalahgunakan untuk menciptakan spesies atau ras baru dengan tujuan tertentu yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Kekacauan dalam kekerabatan dan identitas diri dari hasil kloning maupun induknya dapat saja terjadi.
Sumber Foto: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5860358/apa-itu-kloning-ini-pengertian-macam-macam-dan-contohnyaKedua teknik Ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.
Motto: Dont say that it can't be done, Life's true meaning comes to you.






Sangat informatif dan penjelasannya rinci. Semangat Aira 👍🏻
BalasHapusWAHHH KERENNN BANGETT, materinya juga mudah di pahami
BalasHapusWOW KEREN BANGET, jadi paham materinya !!!
BalasHapusKerennn, terimakasih ilmunyaa yaa aira...
BalasHapusKeren bgt, penjelasannya lengkap good job aira
BalasHapusKerennn bangetttt baguss
BalasHapusKeren sekali. Materinya sangat lengkap, dan mudah dipahami
BalasHapusLengkap banget materinya, dan mudah di pahami juga
BalasHapusWOW langsung pahammm, semangat ya kakak! Semangat berkaryaaaa
BalasHapusmaterinya mudah dipahamin bangetttttt, tetep semangat👍🏻
BalasHapusgood job!!!! materinya mudah dipahamin banget!!
BalasHapusBagus, kerennn 👍👍👍
BalasHapusSangat membantu dan bermanfaat
BalasHapusKelas 12-9
HapusHalimah Rasyidah xi-8
BalasHapusGood job aira materi yang di berikan sangat membantu untuk mancari pemahaman