KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Disusun oleh : Muhamad Fahri (24)
M. Habiburrahman (26)
A. Keanekaragaman Hayati Indonesia
Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya sehingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.
Dari kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia.
1. Persebaran Flora di Indonesia
Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan di Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.
2. Persebaran Fauna di Indonesia
Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australia, dan peralihan.
A. Fauna Wilayah Oriental
Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.
B. Fauna Wilayah Australian
Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.
C. Fauna Wilayah Peralihan
Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.
Secara umum, Indonesia termasuk wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).
2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana
Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.
B. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi.
Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.
Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.
Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati:
1. Nilai Konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).
2. Nilai Ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat diuangkan. Contoh: rotan dan kayu untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.
3. Nilai Ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan ikan dan hewan air; hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.
4. Nilai Biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.
5. Nilai Ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.
6. Nilai Estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.
Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan, keanekaragaman hayati memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh, keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.
Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.
Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:
1. Pelestarian In Situ adalah perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.
2. Pelestarian Ex Situ adalah perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut:
Kebun Botani: kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh: Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi.
Kebun Koleksi: kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.
Kebun Plasma Nutfah: mirip kebun koleksi, mengembangkan plasma nutfah unggul serta bibit tradisional dan kerabat liarnya.
Penangkaran Hewan: contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.
C. Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup
Inovasi teknologi biologi merupakan penerapan teknologi dalam aspek-aspek biologi seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan lainnya.
Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.
Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.
Sumber Data
https://images.app.goo.gl/WjQ1rVfj3B4f9WVZ9
https://images.app.goo.gl/ZAtXJuoYCnLmV62w7
https://images.app.goo.gl/fvMNJ3wQXvcP1pvW7
https://images.app.goo.gl/dDamCXPxDNMKEtd17
https://images.app.goo.gl/L6W7ukdhDKisNhHf6
https://images.app.goo.gl/WiiSj85fiqGUnkrd9
https://images.app.goo.gl/3JsG5CSGgR5Z6AKg8
MOTTO: SELALU MENJADI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN
TERIMAKASIH
bagus
BalasHapussemngat
BalasHapusmakasih udah buat blog ini, bermanfaat banget! 🤩🤩
BalasHapusKerennnn materinya lengkap dan mudah dipahami, selalu semangat!!
BalasHapusWuihhhhh kerennnnn materinyaaaaa💥
BalasHapuskereen banget habib dan fahriii
BalasHapuswiiii lengkap bgt habibuuuuu🤩 (Bintang, SMAN 11 Surabaya)
BalasHapusWawww informatif banget dan detail😱😱kerennn ( SMKN 1 Driyorejo )
BalasHapuskerennn komplit polll 🔥 (SMKN 1 DRIYOREJO)
BalasHapuskeren banget (MAN IC Pasuruan)
BalasHapuskerennn, informasinya lengkapp💯💯
BalasHapuswah keren pol, semangat ya
BalasHapusbaguss banget sangat membantu dan menambah ilmu dalam sehari" saya, dari Arya x-4
BalasHapus