Keanekaragaman Hayati Indonesia

 


DISUSUN OLEH :
1. Almeira Aurellia N. (03)
2. Chelsea Adiva Verza P. (08)

A. Keanekaragaman Hayati Indonesia

     Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memilik banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya se hingga Indonesia mendapat sebutan sebagai

megabiodiversity country. Dari kegiatan tersebut Anda telah mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia.

1.  Persebaran Flora di Indonesia
     Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.

2.  Persebaran Fauna di indonesia
     Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna. yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.

a.  Fauna Wilayah Oriental
     Fauna wilayah onental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.

b.  Fauna Wilayah Australian
     Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

c.  Fauna Wilayah Peralihan
     Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.

Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1.  Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
     Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).

2.  Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
     Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

3.  Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana
     Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.

B. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

     Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa.Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru.
     Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.
     Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhari hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.

Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati.

1.  Nilai konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak). 

2.  Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia. 

3.  Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.

4.  Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.

5.  Nilal ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.

6.  Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.

     Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayati memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.
     Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.

1.  Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.

2.  Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
a.  Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh:Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain. 
b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone. 
c.  Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya. 
d.  Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

C.  Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup

     Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi. 
     Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup.
Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.
     Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.

1.  Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam
lingkungan laboratorium.
b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.
c. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.
d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.



2.  Teknologi Kloning

a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu.
b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal. 
c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah. 
d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis. 



     Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi Ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.

Komentar

  1. trimakasi, karena dengan blog ini saya bisa tau banyak hal

    BalasHapus
  2. Keren sekalii artikelnya, bahasanya mudah sekali dipahami dan gambar yang diberikan bagus.

    BalasHapus
  3. Waw bagus sekali tapi foto orangnya kurang formal. Mending di hapus aja biar lebih bagus ☺️☺️

    BalasHapus
  4. kerenn bagus sekali artikelnya, mudah di pahami terimakasih telah menulisnya

    BalasHapus
  5. Waw materinya mudah dipamami dab bermanfaat untuk menambah wawasan baruku

    BalasHapus
  6. Rameyza Chayyira Darmawan X-3, artikel nya jelas dan mudah sekali untuk dipahami

    BalasHapus
  7. Keren sekali artikelnya , mudah dipahami juga

    BalasHapus
  8. bahasa yang digunakan dalam artikel ini mudah dipahami

    BalasHapus
  9. Nadia Fitri Khairunnisa - SMKN 13 SURABAYA
    bahasa yang dipakai dalam artikel ini mudah dipahami, lalu ditambah ada gambarnya jadi lebih paham

    BalasHapus
  10. kreatif sekali maaf kak tadi typo

    BalasHapus
  11. artika puteri sma wijaya putra artikel ini dapat bisa dimengerti

    BalasHapus
  12. mudah dipahami makasih ilmunya

    BalasHapus
  13. bagus banget kita berdua suka liat nya jadi paham

    BalasHapus
  14. Retha Mutiara Amelyani X-3 SMANDALASJumat, November 08, 2024 9:27:00 AM

    Terimakasih kak, jadi mudah dipahami dan bisa dipelajari dengan baik

    BalasHapus
  15. halo aku sifa ardelia dari smpn 61. artikelnya kreatif bgt, keanekaragaman indonesia yang tak terhitung jumlahnya disampaikan dengan singkat, padat dan jelas melalui artikel ini. terimakasii sudah membuat artikel ini!

    BalasHapus
  16. Cantika Cahaya Qur'ani, from smk migas cepuJumat, November 08, 2024 10:32:00 AM

    keren saya bangga bisa menemukan artikel ini, semoga bisa lebih maju, dan lebih sukses seterusnya

    BalasHapus
  17. Semangatt, mudah di mengerti materinya. keren kakkkk

    BalasHapus
  18. MasyaAllah tabarakAllah, alhamdulillah bermanfaat sekali 🏆🎈💐☀️🎀

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia