KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Disusun Oleh : 
Muhammad Efra Julvitar
X-4/30


1.  Persebaran Flora di Indonesia
 



1. Flora di Sumatra-Kalimantan
Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis. Iklim wilayah ini dicirikan dengan tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Oleh karena itu, tipe vegetasi yang mendominasi adalah hutan hujan tropis, yaitu tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen.

Pohon-pohonnya tinggi dan rapat, di bawahnya ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan yang lebih rendah dan tanahnya ditumbuhi perdu dan rerumputan.

Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti (dipterocarpus); berbagai jenis epifit, seperti anggrek, lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan; serta tumbuhan endemik langka, seperti Rafflesia arnoldi yang tumbuh hanya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan.

        (Bunga Rafflesia Arnoldi)


2. Flora di Jawa-Bali
Kondisi iklim Pulau Jawa sangat bervariasi dengan tingkat curah hujan dan kelembapan udara yang semakin berkurang ke arah timur.

Wilayah Jawa Barat didominasi tipe iklim hutan hujan tropis dan iklim musim tropis. Jenis flora khas hutan musim tropis yaitu tanaman meranggas seperti pohon jati.

(Pohon jati wilayah jawa barat)


Semakin ke timur, tipe iklim bergeser ke arah tipe iklim dengan curah hujan yang lebih rendah. Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa bagian timur dan Pulau Bali adalah vegetasi sabana tropis.


(Bunga Sedap Malam wilayah jawa timur)



     (Bunga Kamboja wilayah Bali)


3. Flora di daerah peralihan atau Wallacea
Kawasan Wallacea merujuk pada daerah peralihan atau bagian tengah di wilayah Indonesia, meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku.

Wilayah-wilayah tersebut memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah dibandingkan wilayah-wilayah Indonesia lainnya.

Corak vegetasi yang terdapat di Kepulauan Wallacea meliputi:

Vegetasi sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara
Vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan di Pulau Sulawesi
Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku, yang terdiri atas berbagai jenis rempah, seperti pala, cengkih, kayu manis, kenari, kayu eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.

          (Pohon Kayu Eboni)



4. Flora di Papua
Daerah tersebut meliputi flora yang ada di Papua (Irian Jaya). Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropis
tipe Australia Utara, dengan jenis flora yang khas yaitu eukaliptus.

Wilayah pegunungan Jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi hutan bakau (mangrove).

Berdasarkan persebarannya, flora di Indonesia dari daerah pantai ke pegunungan tinggi adalah sebagai berikut:

Hutan bakau (mangrove) terletak di pantai landai dan berlumpur. Hutan itu berperan dalam mengurangi erosi oleh air laut dan untuk perkembangbiakan ikan. Hutan ini tersebar di Pantai Papua, Sumatra Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Hutan rawa terletak lebih jauh ke daratan daripada hutan bakau. Hutan tersebut banyak di Sumatra Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Hutan musim ada di daerah panas dan memiliki musim hujan dan kemarau yang jelas. Adapun pohonnya meliputi jati, angsana dan kapuk. Hutan tersebut ada di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Nusa Tenggara.

Hutan hujan tropis selalu rapat, hijau dan heterogen. Di dalamnya tumbuh saprofit, parasit dan epifit yang merambat seperti rotan. Jenis hutan tersebut ada di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Sabana yaitu padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana ada di wilayah yang curah hujannya sedikit seperti Nusa Tenggara. Biasanya hutan yang satu ini cocok untuk peternakan.

Hutan lumut ada di pegunungan yang tinggi, suhu rendah dan selalu berkabut. Biasanya hutan ini ada di Papua, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

            (Pohon Eukaliptus)


Persebaran Fauna di Indonesia
Pola persebaran fauna di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga kelompok wilayah, yaitu wilayah fauna Indonesia tipe Asiatis, tipe peralihan (Asia-Australis), serta tipe Australis.






Berikut penjelasannya.

1. Fauna tipe Asiatis
Wilayah fauna Indonesia tipe Asiatis dikenal juga dengan sebutan wilayah fauna Indonesia barat karena terdapat di Indonesia bagian barat, meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.


Jenis-jenis fauna Indonesia tipe Asiatis, antara lain:

Mamalia: gajah, badak bercula satu, rusa, tapir, banteng, kerbau, monyet, orang utan, harimau, macan tutul, macan kumbang, tikus, bajing, beruang, kijang, anjing hutan, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.

                      (Kukang)

Reptilia: biawak, buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, bunglon, dan trenggiling.


                (Trenggiling)


Burung: elang bondol, jalak, merak, ayam hutan, burung hantu, kutilang, dan berbagai jenis unggas lainnya.

                 (Elang Bondol)



Ikan: mujair, arwana, dan pesut (mamalia air tawar).

Serangga: berbagai jenis kumbang dan kupu-kupu, serta jenis serangga yang bersifat endemik.

2. Fauna peralihan atau Wallacea
Wilayah fauna Indonesia peralihan atau tipe Asia-Australis sering pula disebut wilayah fauna Wallacea yang meliputi Pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku.





Wilayah ini berada di antara garis Wallace di sebelah barat dan garis Weber di sebelah timur.

Jenis-jenis fauna Indonesia tipe peralihan atau Asia-Australis, antara lain:

Mamalia: anoa, babi rusa, tapir, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet seba, kuda, sapi, dan banteng.

Amfibia: katak pohon, katak terbang, dan katak air.

Reptilia: ular, buaya, biawak, dan komodo.

Burung: burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, merpati, dan angsa.

3. Fauna tipe Australis
Wilayah fauna Indonesia timur atau tipe Australis disebut juga wilayah fauna Tanah Sahul, yang meliputi Pulau Irian Jaya (Papua), Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Wilayah fauna tipe Australis dan wilayah fauna tipe Asia-Australis dibatasi oleh Garis Weber.

Jenis-jenis fauna Indonesia tipe Australis, antara lain:

Mamalia: kanguru, walabi, beruang, koala, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, biawak, kanguru pohon, dan kelelawar.

Reptilia: buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.

Amfibia: katak pohon, katak terbang, dan katak air.

Burung: kakatua, beo, nuri, raja udang, cendrawasih, dan kasuari.

Ikan: arwana dan berbagai jenis ikan air tawar yang jumlah spesiesnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan dua wilayah lainnya.

1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis


Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).

2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim



Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana


Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.

C. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati Indonesia merupa kan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestanart makhluk hidup Penyebab terjadinya keanekaragaman hayali yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. Adapun adaptasi adalah proses perryesuaian diri temadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhuk hidup Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Kabutuhan yang dipenuhi oleh bertiganya tak hanya mencakup kabutuhan primer, tetapi juga kabutuhan sekunder.

Berikut beberapa mantaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati

1. Milal konsum artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya unt mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (cont jeti dan merant), dan kesehatan (contoh: kunyit, kanour, dan temu lawak).

2. Nilai ekonomi, ertinya keanekaragaman hayali tersebut dapat diperjualbelikan atau dapet charge dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk behan fumitur serta karet dan kop menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.

3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh keberadaan terumbu karang mendukung katangsungan hidup kan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilar klim global.

4. Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan beg makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pemapasan makhluk hidup lain.

5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayat dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.

6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batimental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia Contoh taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.

Selain beberapa nilal manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayat me miliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungen ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayat yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi Keanekaragaman hayati juga mentiki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.

Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga jaga kelestanannya Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan bertingai usaha pelestarian. Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dus cara, yaitu sebagai berikut.

1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesual dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jaws (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkal (Rafflesia amoldi) di bengkulu.

2. Palestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di fuar habitat aslinya. Palestarian ax aitu dapet dilakukan dengan berbagal care, antara lain sebagal berikut

a. Kebun botani, yaitu kabun yang mengoleksi bertagal jenis tumbuhan yang hidup. Contoh Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.

b Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang gakan dipertahankan dan dikambangkan dalam bentuk hidup. Contoh: kolekal kelapa di Bone-Bone

c. Kebun plasma nuttah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nuttah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya. 

d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

D. Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup

Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa Inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan,rekayasa genetika, dan banyak lagi.

Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.

kegiatan pelestanan ex situ, seperti kebun

Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.

1. Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.

b . Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

c. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.

d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.

2. Teknologi Kloning



a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dan hewan atau tanaman tertentu.

b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan Identik dari individu asal.

c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah. 

d. Keuntungan utama deri teknologi kloning adelah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populaal yang telah berkurang drastis.

Kedua teknik Ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi Ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.



Sumber internet :

https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20231002115551-569-1006070/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia-wilayah-serta-jenisnya

https://yoursay.suara.com/ulasan/2022/08/09/120054/menarik-5-filosofi-kehidupan-yang-ada-pada-pohon-jati

https://www.dutchgrown.eu/blogs/the-dutchgrown-blog/growing-guide-how-to-grow-tuberose-polianthes

https://balichauffeur.com/flora-of-bali/

https://www.greeners.co/flora-fauna/eboni-pohon-unggulan-sulawesi-yang-mulai-langka/

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Eukaliptus

https://www.nocturama.org/en/penggunaan-bisa-pada-kukang/

https://www.kompas.com/sains/image/2022/10/06/160200323/kenapa-sisik-trenggiling-diburu-dan-diperdagangkan-di-pasar-gelap-?page=1

https://gembiralokazoo.com/animals/elang-bondol

https://kajiangeografi.wordpress.com/geografi-kelas-11-persebaran-flora-fauna-di-indonesia/

https://m.kumparan.com/berita-update/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia-berdasarkan-4-faktor-berikut-ini-1umcZ2qMJ1d

https://images.app.goo.gl/3rdBbvbrB1oacKKA6

https://images.app.goo.gl/ADcFmNGqbCxdYJxq6

https://images.app.goo.gl/tiNPWs9xP6bUosMQA

https://images.app.goo.gl/uQCKkd8uhBA9PCNd6

Motto : Do the best, all out then no regret

Komentar

  1. Bagusss bangett , mudah di pahami juga jadi ga pusing buat mahami materinya , semangat teruss efra!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Rizky dari sekolah DBS terimakasih atas ilmunya yang bermanfaat bagi sekitar kita

      Hapus
  2. Saya Arjun dari wh, terimakasih ilmunya sangat membantu saya mudah dipahami

    BalasHapus
  3. Saya Fakhri dari sekolah Wachid Hasyim 2.
    Saya sangat berterima kasih karena ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan juga mudah dipahami.

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas ilmu yg dibagikan semoga bermanfaat. Semangat terus Efra

    BalasHapus
  5. Untuk Anya dari Kevin x-2
    Alhamdulillah ilmu bertambah...terimakasih anya

    BalasHapus
  6. saya danish dari sekolah wijaya putra saya sangat berterimakasih karena ini dapat menambah ilmu saya

    BalasHapus
  7. untuk Efra dari Reyhan X-1
    terimakasih atas ilmunya sangat membantu..

    BalasHapus
  8. Untuk Efra saya Andi dari Wijaya putra terimakasih atas ilmu tambahannya

    BalasHapus
  9. Untuk Efra saya Rizky dari SMA negeri 1 cerme, mau berterimakasih atas ilmunya yang telah diberikan

    BalasHapus
  10. Saya Zein dari SMA Negeri 11, mau berterimakasih untuk Efra, karena ilmunya

    BalasHapus
  11. Ilmunya sangat bermanfaat, bagi saya Ale dari smk negeri 1 cerme

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia