Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia


Disusun oleh :
Revania Rizkia Sahid X-4/33

Keanekaragaman Hayati Indonesia


  Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me- miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya se hingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.


1. Persebaran Flora di Indonesia




  Flora di Indonesia tergolong flora Malesiana. Flora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Flora Malesiana didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.

2. Persebaran Fauna di Indonesia


  Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.

a. Fauna Wilayah Oriental 


  Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.

b. Fauna Wilayah Australian 


  Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalia berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

c. Fauna Wilayah Peralihan 


  Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.

  Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis 
Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).

2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana

Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.

Manfaat dan Pelestarian 
Keanekaragaman Hayati


  Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.

  Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.


Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati

1. Nilai konsumtif
keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).

2. Nilai ekonomi
keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.

3. Nilai ekologis
keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.

4. Nilai biologis
keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.

5. Nilai ilmiah
keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.

6. Nilai estetika
keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi. 

  Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman hayati memiliki manfaat langsung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Sebagai contoh keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan dengan ekosistem pertanian yang monokultur. Hal ini disebabkan oleh hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fungsi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik.

Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.

Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

1. Pelestarian in situ



Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu.

2. Pelestarian ex situ 



Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan diluar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut. 

a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh: Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.

b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.

c. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya.

d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.

Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup.


  Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi.

  Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.

Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.

1. Perbanyakan dengan Kultur Jaringan



a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.

b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

C. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.

d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.

2. Teknologi Kloning



a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dan hewan atau tanaman tertentu.

b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal.

c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah.

d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis.

  Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi Ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.


Sumber internet : 

https://goodstats.id/infographic/indonesia-miliki-megabiodiversity-terbesar-ke-2-di-dunia-OFFbc

https://baraoutdoor.com/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia/

https://kemenag.go.id/buddha/melestarikan-keanekaragaman-hayati-ru1ewz

https://images.app.goo.gl/zQT4BoP1fLmaVK7h7

https://www.idntimes.com/science/discovery/amp/dahli-anggara/indra-keenam-hewan-c1c2

https://www.agronasa.com/teknik-kultur-jaringan-pada-tumbuhan/amp/

https://infomenarik.org/kloning-embrio-pada-hewan/

Motto : "If we never try, we will never know."

Komentar

  1. Materi biologi cukup mudah dipahami, apalagi bab keanekaragaman hayati justru mudah dipahami

    BalasHapus
  2. bagus, sangat sangat mudah di pahami, menarik juga

    BalasHapus
  3. keren banget teks nyaa rapiii

    BalasHapus
  4. Kerennn bangettt materinyaaa

    BalasHapus
  5. kerenn banget revaniaa! materinya mudah dipahami, menarik dan rapi jugaa (Salsa Nabila X/SMAN 1 Cerme)

    BalasHapus
  6. Bagus, mudah dipahami

    BalasHapus
  7. Kerennn mudah dipahamiii🤩🤩

    BalasHapus
  8. blog nya bagus, mudah dipahami, jadi kalo dibaca langsung paham, kecee

    BalasHapus
  9. keren, penulisannya rapi. informatif bgt 😻

    BalasHapus
  10. nama: Maya kurnia Indri Larisa
    sekolah: SMK wachid hasyim 2
    keren😍, penulisan nya rapi, mudah di pahami, semangat revaaaa😍

    BalasHapus
  11. Nama: Gantari Padantya
    Sekolah: Sman 11 Sby
    materinyaa mudah di terima

    BalasHapus
  12. sweta X TEK 3 SMKN 5 surabayaJumat, November 08, 2024 7:23:00 PM

    materi sangat mudah dipahami, bahasa yang digunakan juga tidak terlalu belibet sehingga enak untuk dibaca

    BalasHapus
  13. Nafisah X-1 SMA Wijaya Putra Sby

    materii sangat mudah di pahami, keren. penjelasannya lengkap bgtt. penulisannya rapi

    BalasHapus
  14. Nama: Rifcha Oktavia Diansyah
    Asal sekolah: SMA Negeri 13 Surabaya
    SEMANGATT YAA REVA♡
    artikel nya sangat menarik dan bermanfaat data nya juga akurat dan bahasa yang digunakan mudah dipahami dan sangat menarik

    BalasHapus
  15. Nama : Reaulia Dwi Febriani
    Asal Sekolah : SMKN 4 Surabaya
    Bahasa yang digunakan cukup baku, media pembelajarannya menurutku udah okee sangat menarik dan mudah dipahami. Semangat teruss yaa Reva !!

    BalasHapus
  16. Nama:Angelia Risky Antika Putri
    Asal sekolah: Smkn 2 surabaya
    ARTIKELL NYAA KERENDDD,MUDAHHH DII PAHAMIIII🥰🤩

    BalasHapus
  17. Materinya sangat lengkap, dan rinci. kerennn

    BalasHapus
  18. WIHH KERENNN, MATERINYA BANYAKKKK. MUDAH DIPAHAMII JUGAA, COCOK JADI GURU GEN Z NIEE WKWK. SEMANGAT REVAAAA🤍

    BalasHapus
  19. Nama: ALFIRA PERMATASARI
    sekolah: SMAN 11 SURABAYA
    WIHH KERENNN, MATERINYA BANYAKKKK. MUDAH DIPAHAMII JUGAA, COCOK JADI GURU GEN Z NIEE WKWK. SEMANGAT REVAAAA🤍

    BalasHapus
  20. Nama :Renata Armania Syaharani
    Kelas :x-2
    Wihhh kerennn revaniaa semangatt terus yaa, materinya lengkap dan mudah dipahami

    BalasHapus
  21. Nama: Asrof Ahmad Zam Zami
    Kelas:X-2
    Materinya mudah di pahami

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia