Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati Indonesia
Disusun Oleh:
Meiz Raday Nur Alifia/X4/26
Letak geografis Indonesia di daerah tropis menyebabkan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis Indonesia me- miliki berbagai jenis flora dan fauna yang tidak dijumpai pada bagian bumi lainnya se- hingga Indonesia mendapat sebutan sebagai megabiodiversity country.
1. Persebaran Flora di Indonesia
2. Persebaran Fauna di Indonesia
berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.
a. Fauna Wilayah Oriental
b. Fauna Wilayah Australian
Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalla berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.
c. Fauna Wilayah Peralihan
Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.
Secara umum, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropika dengan kondisi tanah yang baik, basah, dan hampir tidak ada musim kering. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men- jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.
1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis diI ndonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).
2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman moo jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana
Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.
C. Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati Indonesia merupa- kan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru
Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk
hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.
Berikut beberapa nilai manfaat yang terkandung dalam keanekaragaman hayati
1. Nilai konsumtif, artinya keanekaragaman hayati memberikan manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (contoh: padi, jagung, pisang, dan ayam), perumahan (contoh: kayu jati dan meranti), dan kesehatan (contoh: kunyit, kencur, dan temu lawak).
2. Nilai ekonomi, artinya keanekaragaman hayati tersebut dapat diperjualbelikan atau dapat dihargai dengan uang. Contoh: rotan dan kayu ramin diekspor untuk bahan furnitur serta karet dan kopi menjadi komoditas ekspor yang penting di pasar dunia.
3. Nilai ekologis, artinya keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Contoh: keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan air, hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi dan dapat menjaga kestabilan iklim global.
4. Nilai biologis, artinya keanekaragaman hayati dibutuhkan sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Contoh: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan makhluk hidup lain.
5. Nilai ilmiah, artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: penelitian dan penangkaran penyu di Meru Betiri, Banyuwangi.
6. Nilai estetika, artinya keanekaragaman hayati dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia. Contoh: taman laut dengan terumbu karang sebagai tempat rekreasi.
Selain beberapa nilai manfaat yang telah disebutkan tersebut, keanekaragaman pertahankan memiliki manfaat langsung yang telah disebutkan tersebut dalam mempertahanan lebih berbagai ekosistem. Sebagai contoh ke bagi kehidupan hayati yang dimiliki oleh hutan hujan tropis lebih mendukung untuk kelestaricontoh keanekaragamgkan dengan ekosistem pertang tingg monokultur. Hal ini disebabkan olehtarin okosistem dibandingki keanekaragaman hayati yang dina Keanekaragaman hayati juga memiliki berbagai fonissi bagi keberlangsungan kehidupan manusia antara lain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber obat-obatan, serta sumber kosmetik. Agar tidak punah dan langka, keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga kelestariannya Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayali di Indonesia diperlukan berbagai usaha pelestarian.
Usaha pelestarian tumbuhan dan hewan dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contoh: pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) di Bengkulu
2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan diluar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Contoh: kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan lain-lain.
b. Kebun koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup. Contoh: koleksi kelapa di Bone-Bone.
c. Kebun plasma nutfah, yaitu mirip kebun koleksi, tidak hanya mengembangkan plasma nutfah yang unggul, tetapi mencakup bibit tradisional serta kerabat liarnya.
d. Penangkaran hewan, contohnya penangkaran penyu, buaya, ayam hutan, dan orang utan.
D. Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup.
Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi.
Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning.
Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan hewan yang terancam punah atau langka yaitu perbanyakan dengan kultur jaringan dan kloning.
1. Perbanyakan dengan Kultur Jaringan
a. Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium.
b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.
C. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.
d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan.
2. Teknologi Kloning
a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dan hewan atau tanaman tertentu.
b. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma, menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal.
c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah.
d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis.
Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi Ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.
Sumber Internet
https://pin.it/6gSa0Duw9
https://pin.it/6nCkMiLBK
https://pin.it/5xICH2s6d
https://pin.it/63lbhvxR4
https://pin.it/73s8R0i4p
https://pin.it/1idVRFuot
https://pin.it/bPXxhfiWQ
https://pin.it/4MDXVvffO
https://pin.it/57vxdKXJg
https://images.app.goo.gl/3fb39DNU3UuFN2sL8
Motto: if you dont take risks you can't create a future











Lengkap banget pembahasan nya
BalasHapusSuka banget.... Materinya lengkap dan mudah dipahami
BalasHapusWahhh isi materinya lengkap mudah di pahami juga
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDari : Gendis SMAN 11 Surabaya XII-2
BalasHapusPesan : artikelnya sangat membantu
Dari : Rizka X-9
BalasHapusPesan : materinya lengkap, bisa nambah wawasan
dari: nana X7 SMK 1
BalasHapusPesan: mantap
Mantap
BalasHapusLENGKAP BGTT MATERINYAA KERENNN, ilove u bgt buat penulisnya
BalasHapusdari : Dira X1 SMAN 15 Surabaya
BalasHapuspesan : keren banget
Dari : Naurah XI-8 SMAN 13
BalasHapuspesan : Penjelasannya menarik banget
Dari Nabila X1 SMA Wijaya Putra
BalasHapuspesan : bagus banget
Dari : Aisyah X7 SMAN 21
BalasHapuspesan : semangat terus yaa
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDari Ajeng SMA WH
BalasHapuspesan : kerennnn tetap semangat terus
Dari Jihan SMAN 21 XI 3
BalasHapuspesan : penjelasannya rinci menarik ada gambarnya juga
Dari Salsa SMAN 19
BalasHapuspesan : bagusss banget ada gambarnya
Dari Aurel X1 SMA WH
BalasHapuspesan : kerennnn singkat juga penjelasannya
dari kirana SMK WH
BalasHapuspesan : penjelasannya memudahkan saya waktu belajar
dari Audi SMK WP
BalasHapuspesan : semangat teruss yaa udah kerennnn loh
Dari Tiara X8 SMAN 11
BalasHapuspesan : menarik banget kayak yang nulis
Dari Nadin SMAN 19 XI-1
BalasHapuspesan : keren banget dekkkk semangat ya
Dari oliv XII-6 SMAN 11
BalasHapuspesan : penjelasannya rinci,jelas, menarik
Dari Mayang SMAN 1 Driyorejo
BalasHapuspesan : keren sihhhh penjelasannya rinci dan jelas
Dari Zulfa SMKN 4
BalasHapuspesan : keceee ada gambarnya bagus
dari zahra SMAN 13
BalasHapuspesan : Bagusss dan menarik ada gambarnya
Dari April X-1 SMAN 22
BalasHapuspesan : Jelas detail banget
Dari anjani SMA WH
BalasHapuspesan : kerennnnn
Dari Nisa X-8 SMAN 13
BalasHapuspesan : bagus banget menarik