sistem gerak

Sistem gerak 

disusun oleh: hamka/xi-10/21 wildan/xi-10/34




Rangka Tubuh

Tulang-tulang di dalam tubuh membangun rangka (skeleton). Rangka pada tubuh hewan vertebrata dan manusia ditutupi oleh otot dan kulit, sehingga disebut endoskeleton (rangka dalam). Rangka manusia merupakan alat gerak pasif yang akan digerakkan oleh otot. Rangka pada manusia dewasa tersusun dari 206 tulang dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Pada saat lahir, manusia memiliki tulang lebih banyak, sekitar 270 rulang, karena beberapa tulang belum mengalami penyambungan atau penyatuan. Tulang- tulang tersebut tersusun dari jaringan tulang keras maupun jaringan tulang rawan. Rangka memiliki fungsi sebagai berikut.


Memberi bentuk dan postur tubuh. Seseorang akan terlihat tinggi atau pendek karena susunan rangkanya.


Melindungi organ-organ yang lunak, misalnya otak, sumsum tulang belakang, paru-paru, jantung, dan lain-lain.


Penyangga berat badan, misalnya tulang leher, tulang belakang, dan tulang pelvis.


Tempat melekatnya otot-otot rangka (otot lurik)


Rangka aksial adalah rangka pada sumbu tubuh, memiliki 80 buah tulang yang meliputi tulang tengkorak, tulang telinga dalam dan hioid, tulang belakang, tulang dada, serta tulang rusuk (iga).

1. Tulang Tengkorak

Tulang tengkorak berjumlah 22 buah. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran, dan organ penglihatan. Tulang tengkorak dibedakan

2 tulang telinga dalam dan tulang hioid

di dalam tengkorak terdapat tulang telinga dalam berukuran kecil dan berfungsi untuk menerima dan mentransfusikan impuls suara tulang telinga dalam berjumlah 3 pasang yaitu 1 pasang tulang meletus satu pasang tulang infus dan satu pasang tulang Stabat selain itu terdapat pula tulang hialin yaitu tulang berbentuk huruf u yang terletak di antara laring dan mandibula berfungsi sebagai tempat melekatnya otot mulut dan lidah sehingga dapat membantu proses menelan

3. tulang belakang koluma vertebra

tulang belakang tersusun dari 26 ruas yang masing-masing dihubungkan oleh cakram tulang rawan fibrosa yang memungkinkan tulang untuk tegak dan membungkuk cakram tersebut juga berfungsi menahan guncangan ketika menggerakkan badan misalnya saat berlari dan melompat di bagian sebelah depan dan belakang cakram terdapat serabut-serabut kenyal yang menyokong posisi ruas tulang belakang di bagian tengah sebelah dalam ruas-ruas terdapat saluran sumsum tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang tulang belakang memiliki fungsi sebagai berikut menopang kepala dan bagian tubuh lainnya melindungi organ dalam tubuh tempat melekatnya tulang rusuk menentukan sikap tubuh




 4.tulang dada

tulang dada dan rusuk berfungsi melindungi paru-paru dan jantung tulang dada berbentuk pipih dan melebar serta berhubungan dengan tulang rusuk melalui sambungan tulang rawan


sambungan tulang rawan. Tulang rusuk bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang melalui persendian. Perhubungan tersebut memungkinkan tulang rusuk dapat bergerak kembang-kempis sesuai dengan irama pernapasan.

Tulang dada berjumlah 1 buah, terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

Manubrium sterni (kepala tulang dada), membentuk persendian dengan tulang selangka, klavikula, dan tulang rusuk pertama.

Korpus sterni (badan tulang dada), membentuk persendian dengan sembilan tulang rusuk berikutnya.

Prosesus xifoid (tulang taju pedang), tulang yang masih berbentuk tulang rawan pada bayi.

Tulang rusuk berjumlah 12 pasang di sebelah kiri dan kanan. Tulang rusuk dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

Tulang rusuk sejati. Bagian ujung depan melekat pada tulang dada, sedangkan bagian belakang melekat pada ruas tulang belakang di bagian punggung.

Tulang rusuk palsu. Bagian ujung depan melekat pada tulang rusuk di atasnya. sedangkan bagian belakang melekat pada ruas tulang belakang di bagian punggung.

Tulang rusuk melayang. Bagian ujung depan tidak melekat pada tulang manapun, sedangkan bagian belakang melekat pada ruas tulang belakang di bagian punggung.



. Rangka Apendikuler (Rangka Pelengkap atau Anggota Gera Tubuh)

Rangka apendikuler berjumlah 126 buah, meliputi gelang bahu (pektoral), angg gerak atas (ekstremitas superior), gelang panggul (pelvis), dan anggota gerak b (ekstremitas inferior).

1. Gelang Bahu (Pektoral)

Gelang bahu merupakan persendian yang menghubungkan lengan dengan bad Pergelangan bahu memiliki mangkuk yang tidak sempurna karena bagian belakangn terbuka. Gelang bahu tersusun dari dua macam tulang, yaitu skapula (tulang belik dan klavikula (tulang selangka).

Skapula (tulang belikat), berbentuk pipih hampir segitiga, dan memiliki tonjol berbentuk seperti paruh gagak. Skapula terdapat di bagian punggung sebelah l atas dan berfungsi sebagai tempat perlekatan sebagian otot dinding dada dan lenge Klavikula (tulang selangka), berbentuk panjang sedikit bengkok hampir menyerupa huruf S. berfungsi sebagai tempat melekatnya otot leher, toraks, punggung, da lengan.

2. Anggota Gerak Atas

Anggota gerak atas tersusun dari tulang humerus (tulang pangkal lengan), radiu (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta), karpal (tulang pergelangan tangan), metakarpi (tulang telapak tangan), dan falangus (tulang jari tangan).

Humerus (tulang pangkal lengan), berbentuk panjang seperti tongkat, bagian ujut yang berhubungan dengan bahu membentuk kepala sendi yang bundar disebu kaput humeri.

Radius (tulang pengumpil), berbentuk panjang, terletak lateral (sebelah sisi) seur dengan ibu jari. Bagian dataran sendi yang menghubungkan radius dan humers berbentuk bundar, sehingga lengan bawah dapat berputar atau telungkup.

Ulna (tulang hasta), berbentuk panjang, dan merupakan tulang bawah ya lengkungnya sejajar dengan jari kelingking.

Karpal (tulang pergelangan tangan), terdiri atas 8 tulang yang tersusun dalam da baris. Karpal merupakan tulang-tulang pendek dengan bentuk yang berbeda-bob yaitu berbentuk bulat, segitiga, bulan sabit, segi banyak, seperti kacang, berkepal dan berkait.

Metakarpal (tulang telapak tangan), terdiri atas tulang pipa pendek berjumlah buah, dan berhubungan dengan tulang pergelangan tangan dan tulang jari.

Falangus (tulang jari tangan), tersusun dari tulang pipa pendek, berjumlah 14 bu (3 ruas pada masing-masing jari dan 2 ruas pada ibu jari).

3. Gelang Panggul (Pelvis)

Gelang panggul terdiri atas tiga pasang tulang yang bersatu, yaitu tulang n (tulang ilium), tulang kemaluan (pubis), dan tulang duduk (iskium). Gelang panggul berfungsi untuk menyangga berat tubuh serta melindungi bagian dalam rongga pelvis yang berisi organ kandung kemih fisika urinemia dan organ reproduksi pada wanita pada umumnya pada wanita lebih besar daripada laki-laki. 

4. Anggota gerak bawah

anggota gerak bawah terdiri atas femur tulang paha di bias tulang kering bibula tulang betis betelah tulang remburung lutut tersal tulang perenggilan kaki meter dasar tulang telapak kaki dan palangus tulang jari kaki 

Femur (tulang paha) merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar. Pangkal tulang dekat gelang panggul membentuk kepala sendi yang disebut kaput femoris. Bagian ujungnya membentuk persendian lutut.

Tibia (tulang kering) merupakan tulang pipa terbesar setelah tulang paha, ikut menopang berat tubuh, bagian pangkal membentuk persendian lutut dengan femur, dan pada bagian ujung bawah terdapat tonjolan yang disebut maleolus medial (mata kaki dalam).

Fibula (tulang betis) merupakan tulang pipa yang paling ramping. Tidak turut

menopang berat tubuh, tetapi menambah area perlekatan otot tungkai. Bagian ujung bawah fibula membentuk tonjolan yang disebut maleolus lateral (mata kaki luar).

Patela (tulang tempurung lutut) merupakan tulang pipih berbentuk segitiga yang sudutnya membulat.

Tarsal (tulang pergelangan kaki) terdiri atas 7 tulang kecil pada setiap kaki, yaitu 1 tulang loncat (talus), 1 tulang tumit atau kalkaneus (berukuran paling besar), 1 rulang berbentuk kapal (navikular), 1 tulang berbentuk dadu (kuboid), dan 3 tulang kuneiformis, berbentuk baji.

Metatarsal (tulang telapak kaki) terdiri atas 5 tulang pipa berbentuk bulat panjang. Metatarsal pertama merupakan metatarsal yang lebar pendek dan panjang.

Falangus (tulang jari kaki) terdiri atas tulang pendek berjumlah 14 buah pada setiap kaki. Setiap jari kaki terdiri atas 3 ruas tulang, kecuali ibu jari kaki yang hanya memiliki 2 ruas saja.

II. Tulang
A. Struktur tulang 

Tulang terdiri atas lapisan-lapisan yang jika disebutkan dari arah luar ke arah dalam, yaitu periosteum, tulang kompak, tulang spons, endosteum, dan sumsum tulang. 1. Periosteum adalah lapisan terluar tulang yang terdiri atas dua lembar jaringan

ikat. Lembaran luar berupa jaringan ikat fibrosa rapat, sedangkan lembaran dalam berupa satu lapis osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang) yang bersifat osteogenik (membentuk tulang). Periosteum mengandung pembuluh darah dan serat Sharpey (serat jaringan ikat untuk mengikatkan periosteum ke tulang). Periosteum berfungsi sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka, memberikan nutrisi untuk pertumbuhan tulang, dan perbaikan jaringan tulang yang rusak.

2. Tulang kompak (compact bone) merupakan lapisan yang teksturnya halus, padat. sedikit berongga, dan sangat kuat. Tulang kompak mengandung banyak zat kapur kalsium fosfat dan kalsium karbonat sehingga menjadi padat dan kuat. Namun, tulang kompak pada bayi dan anak-anak banyak mengandung serat sehingga bersifat lebih lentur. Tulang kompak banyak ditemukan pada tulang kaki dan tulang tangan.

. Tulang spons (spongy bone) merupakan lapisan yang teksturnya berongga dan bersi samsun merah. Tulang spons tersusan oleh trabekula trabekula berupa kiu khi tipis rulang

4. Endosteum adalah jarmgun ikat areolar vaskuler yang melapisi rongga sumu S. Sumsum tulang merupakan lapisan paling dalam yang berbentuk jeli, berfungsi untuk memproduksi sel-sel darah merah, darah putih, dan keping darah

Pada valang panjang terdapat bagian yang disebut diafisis (batang) dan epifisis (ujung tulang yang membesar). Diafisis tersusun dari tidang kompak berbentuk silinder tebal yang berisi sunssum. Epifisis tersusun dari tulang spom yang dinelulningi oleh tulang kompak dan dilapisi tulang tawan persendian (hialin). Ujung permukaan nilang persendian dilumasi olch cairan sinovial dari rongga persendian. Di antara epifisis dan diafos terdapar metafisis. Di antara metafisis dan epifati terdapat cakram epifisis. Cakram epifisis merupakan bagian tulang yang memiliki kemampuan untuk tuniboh

B. Bentuk Tulang 



Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tulang penyusun rangka tubuh dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu tulang pipa (tulang panjang), tulang pendek, tulang pipih, tulang tidak beraturan (irregular bones), dan tulang sesamoid.

1. Tulang pipa (tulang panjang), berbentuk silindris panjang, memiliki bagian epifisis, diafisis, metafisis, dan cakra epifisis. Tulang pipa berfungsi untuk menahan berat tubuh dan membantu pergerakan. Contohnya tulang pangkal lengan (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula).

2. Tulang pendek, berukuran pendek dan. berbentuk kubus, serta tersusun dari tulang spons dan lapisan tipis tulang kompak. Biasanya ditemukan berkelompok untuk memberikan kekuatan dan kekompakan pada area yang pergerakannya terbatas. Contohnya tulang pergelangan tangan (karpal) dan tulang pergelangan kaki (tarsal).

3. Tulang pipih, berbentuk lempengan dari tulang kompak dan tulang spons yang berisi sumsum. Tulang pipih berfungsi memperluas permukaan untuk perlekatan otot dan memberikan perlindungan. Contohnya tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.

4. Tulang tidak beraturan (irregular bones). tulang yang bentuknya tidak beraturan, tersusun dari tulang spons dan lapisan tipis tulang kompak contohnya adalah tulang belakang vertebrae.

5 tulang samoid tulang berukuran kecil bulat yang terdapat pada formasi persendian tulang sesamoid bersambungan dengan kartilago tulang rawan atau tulang lainnya contoh tulang semut adalah tulang tempurung lutut patella 

1 osifikasi intramembran 

osifikasi Indra membran adalah proses pembentukan tulang secara langsung osifikasi primer dengan cara mengganti jaringan penyambungan dapat dengan simpanan gram kalsium untuk membentuk tulang pembentukan tulang dengan cara tersebut tidak akan terulang lagi officikasi primer banyak terjadi pada tulang pipi penyusun tengkorak proses ini berlangsung pada minggu ke-8 masa kehidupan janin pada awalnya kelompok sel mesenkim yang berbentuk bintang berdefinisi menjadi order brush OST 12 kemudian menyekresikan matriks organik yang belum mengatur offset masa ordesoid mengalami klasifikasi pengeboran melalui pengendapan garam-garam tulang di sekeliling oleh sebab akan terbentuk lakuna dan generatif akan membentuk lapisan-lapisan baru sehingga tulang menjadi semakin tebal dan Osteoblas


mengapur (osteoid). Massa osteoid mengalami kalsifikasi (pengapuran) melalui pengendapan garam garam tulang. Di sekeliling osteoblas akan terbentuk lakuna dan karalikuli. Aktivitas ostrobilas akan membentuk lapisan-lapisan matriks baru sehingga talang menjadi semakin tebal dan osteoblas menjadi terpendam di dalam matriks. Osteoblas yang terpendam di dalam matriks disebut osteosit (sel tulang). Ostcosit menjadi terisolavi di dalam lakuna dan tidak lagi menyekresikan zat intraseluler.

Di beberapa pusat osifikasi, pada awalnya tulang terdiri atas trabekula yang berongga rongga, kemudian di antara trabekula tersebut terisi oleh tulang lamelar konsentris sehingga menjadi tulang kompak. Namun, ada yang tetap menjadi tulang spons dengan rongga sumsum berisi jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Di sekeliling tulang yang sedang tumbuh terdapat jaringan ikat yang akan tumbuh menjadi periosteum.

2. Osifikasi Endokondrium (Intrakartilago)

Osifikasi endokondrium adalah proses ketika tulang rawan digantikan oleh tulang keras. Osifikasi endokondrium terjadi pada tulang pipa, menyebabkan tulang tumbuh menjadi semakin panjang, Rangka embrio tersusun dari tulang rawan hialin yang terbungkus perikondrium. Proses oufikasi dimulai sejak perkembangan embrio, tetapi beberapa tulang pendek memulai proses oufikasinya setelah kelahiran. Seluruh tulang rawan pada anak-anak akan digantikan oleh tulang keras hingga berusia 18-25 tahun. Diafisis dan epifisis akan menyatu saat pertumbuhan tulang berhenti.

Pusat osifikasi primer terbentuk di bagian disfuis tulang panjang. Perikondrium yang melingkari bagian pertengahan diafiris, menambah jumlah pembuluh darahnya sehingga bersifat osteogenik. Sel-sel kartilago (kondrosit) melakukan proliferasi sehingga jumlahnya semakin meningkat, ukuran sel semakin membesar, dan berubah menjadi osteoblas. Matriks kartilago mulai mengalami pengapuran (kalsifikasi) melalui proses pengendapan kalsium fosfaz. Perikondrium yang mengelilingi diafisis, berubah menjadi periosteum. Kemudian tampak cincin atau tulang periosteum yang mengelilingi bagian

tengah diafisis tulang rawan Kondrosit yang nutrisinya terputus oleh kerah tulang dan matriks yang mengapur.

akan berdegenerasi dan kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan matriks kartilago. Berkas jaringan ikat dan pembuluh darah masuk ke bagian matriks tulang rawan yang berongga-rongga, disebut kuncup periosteum. Schagian sel jaringan ikat embrional tersebut berkembang menjadi osteoblas. Kuncup periosteum yang mengandung osteoblas masuk ke dalam spikula kartilago yang mengapur melalui ruang yang dibentuk olch ostcoklas (sel penghancur tulang). Osteoblas kemudian meletakkan zat-zat tulangnya pada spikula kartilago yang mengapur (terkalsifikasi). Dengan demikian, terbentuklah pusat osifikasi primer di pusat diafisis. Zona osifikasi endokondrium ini akan meluas menuju ke arah epifisis,

Setelah kelahiran, pusat osifikasi sekunder terjadi pada kartilago epifisis di kedua ujung tulang. Beberapa bagian tulang, memiliki tulang rawan yang tidak digantikan oleh volang keras, yaitu kartilago atikular (tulang rawan persendian) dan kartilago cakram epifisis yang terletak di antara epifisis dengan diafisis.

III. Persendian (artikulasi)

. Struktur Persendian

Komponen penunjang persendian, yaitu ligamen, kapsul sendi, cairan sinovial, tulang rawan hialin, dan bursa.

1. Ligamen merupakan jaringan ikat fibrosa yang berfungsi mencegah pergerakan sendi secara berlebihan dan membantu mengembalikan tulang pada posisi asalnya setelah melakukan pergerakan.

2. Kapsul sendi, struktur tipis tapi kuat di dalam sendi yang berperan untuk menahan ligamen. Kapsul sendi terdiri atas dua lapisan, yaitu kapsul sinovial dan kapsul fibrosa.

a. Kapsul sinovial merupakan jaringan fibrokolagen agak lunak yang tidak memiliki saraf reseptor dan pembuluh darah. Kapsul sinovial berfungsi menghasilkan cairan sinovial sendi dan membantu penyerapan makanan ke tulang rawan sendi.

b. Kapsul fibrosa, berupa jaringan fibrosa yang keras serta memiliki saraf reseptor dan pembuluh darah. Kapsul fibrosa berfungsi memelihara posisi dan stabilitas sendi, serta memelihara regenerasi kapsul sendi.

3. Cairan sinovial merupakan cairan pelumas sehingga gesekan berjalan lancar, halus, dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit. Minyak sinovial mengandung berbagai jenis nutrisi serta campuran gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.

4. Tulang rawan hialin terdapat di bagian ujung rulang. Tulang rawan hialin berwarna

agak bening, kebiruan, dan mengilap. Tulang rawan hialin berfungsi sebagai bantalam sendi agar tidak nyeri saat bergerak

5. Bursa merupakan kantong tertutup yang dilapisi membran sinovial dan terletak luar rongga sendi.

B. tipe persendian 

Berdasarkan smukturnya, persendian dapat dibedakan menjadi tiga mucam, yaitu bagar berikut

Sendi fibrosa, yaitu sendi yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh oleh jaringan ikar fibrosa 2. Sendi kartilago, yaitu sendi yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh oleh taringan kartilago (tulang rawan).

Sendi sinovial, yaitu sendi yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh oleh jaringan ikat ligamen dan kapsul sendi.

Berdasarkan gerakannya, persendian dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sendi sinartrosis (sendi mati), sendi amfiartrosis, dan sendi diartrosis.

1. Sendi sinartrosis (sendi mati) adalah sendi yang tidak dapat digerakkan karena tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Jenis-jenis sendi sinartrosis, yaitu sebagai berikut.

4. Sinartrosis sinfibrosis adalah sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa berbentuk serabut yang mengalami pensulangan. Contolnya sendi pada tulang-tulang tengkorak. Hubungan antartulang tengkorak disebut sutura. b

. Sinartrosis sinkondrosis adalah sendi yang dihubungkan dengan jaringan tulang rawan (kartilago) hialin. Contohnya lempeng sementara yang terletak di antara epifisis dengan diafisis pada tulang panjang anak-anak. Setelah sinkondrosis berosifikasi disebut sinostosis.

2. Sendi amfiartrosis adalah sendi dengan pergerakan terbatas akibat tekanan. Jenis-jenis sendi anifiartrosis, yaitu sebagai berikut.

a. Simfisis, sendi yang dihubungkan oleh kartilago (tulang rawan) serabut Contohnya sendi antartulang belakang dan sendi simfisis pubis (tulang kermaluan)

b. Sindemosis, sendi yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya sendi antartulang beris (fibula) dan tulang kering (tibia).

Gomposis, sendi pada tulang berbentuk kerucut yang masuk ke dalam kantong tulang. Contohnya tulang gigi yang tertanam dalam kantong tulang rahang.

3. Sendi diartrosis (sendi sinovial) adalah sendi yang dapat bergerak bebas. Sendi diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sebagai berikut.

Sendi engsel (sendi berporos satu), bergerak ke satu arah seperti pintu. kedua ujung tulang berbentuk engsel

dan berporos satu. Contohnya sendi pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antarjari.

b. Sendi peluru, memiliki gerakan bebas ke segala arah, ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol, serta berporos tiga. Contohnya sendi tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, dan sendi tulang gelang panggul dengan tulang paha.

c. Sendi pelana (sendi timbal balik), bergerak bebas seperti gerakan orang yang mengendarai kuda, dan berporos dua. Contohnya sendi antara tulang pergelangan tangan (karpal) dengan telapak tangan (metakarpal) pada ibu jari. d. Sendi putar, bergerak dengan pola rotasi dan memiliki satu poros. Ujung tulang

yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Contohnya sendi antara tulang

hasta dan pengumpil, dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak. Sendi luncur (sendi geser), gerakan menggeser, tidak berporos, dan memiliki ujung tulang yang agak rata. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan, antartulang pergelangan kaki, dan antara tulang selangka dengan tulang belikat.

f. Sendi kondiloid (sendi ellipsoid), gerakan ke kiri dan ke kanan atau ke depan dan ke belakang, berporos dua, serta memiliki ujung tulang yang salah satunya berbentuk oval dan masuk ke dalam lekuk berbentuk elips. Contohnya sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan.


IV. Otot rangka

otot rangka adalah otot yang melekat pada tulang dan dapat bergerak secara aktif untuk menggerakkan tulang sehingga disebut alat gerak aktif berat otot rangka atau 40% dari berat badan pada wajah otot melekat pada kulit dan akan bergerak jika berkontraksi






Oot rangka memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

Kontraktilitas. Serabur otot dapat berkontraksi dan meregang. Dalam keadaan istirahan, keadaan otot tidak benar-benar kendus, tetapi mempunyai keugange sedikit yang disebut tone. Tomus pada masing-masing orang berbeda, bergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan tubuh

Eksitabilitas, Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls katal

Ekstensibilitas. Serabut otot memiliki kemampuan meregang melebihi panjang otot saat relaksasi,

Elastisitas. Serabut ont dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi ata teregang

A. Struktur Otot Rangka

Area otot rangka terdiri atas kepala otot (muskulus kaput), empal otot (muskulm venter), dan ekor otot (muskulus kaudal). Kepala otot dan ekor otot merupakan jaringan ikar padat kuat yang disebut tendon. Tendon adalah tempat melekatnya otot pada tulang Tendon dibagi menjadi dua jenis, yaitu origo dan insersio. Origo adalah ujung otot (kapala orot) yang melekat pada tulang yang tidak bergerak ketika otot berkontraks Insersio adalah bagian ujung otot lain (ekor orot) yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi. Empal otot merupakan area otot bagian tengah yang bentuknya menggembung, terdiri atas berkas-berkas otot, dan aktif dalam berkontraksi.

Secara keseluruhan otot dibungkus oleh selapis jaringan ikat agak padat yang disebut epimisium. Epimisium dapat dilihat dengan mata dan tampak seperti selubung putih. Di dalam epimisium terdapat beberapa berkas serar-serat otot yang disebut fasikulus. Setiap fasikulus dibungkus oleh selubung tipis perimisium. Fasikulus tersusun dari banyak sed otot berbentuk serat, contohnya orot bisep pada lengan atas tersusun dari 260.000 seraz otot. Sel serat otot secara individual dibungkus oleh jaringan ikat halus endomisium. Di Com angha Faskulu ott bawah endomisium terdapat membran sel otot yang disebut sarkolema. Di dalam sarkolema terdapat glikogen (cadangan energi), mioglobin, enzim, dan ion-ion seperti kalium, magnesium, dan fosfa Mioglobin berfungsi menyimpan dan memindahkan oksigen dari hemoglobin dalam sirkulasi ke enzim-enzim respiras di dalam sel kontraktil. Di bawah sarkolema terdapat sitoplasma yang disebut sarkoplasma. Sarkoplasma beris Endomssum Set cit

cairan gelatin, glikogen, lemak, dan

organel sel seperti mitokondria. Sel otot rangka berbentuk seraber

halus panjang, berukuran 1-40 mm



B. Mekanisme Kerja Otot

Coba angkat lengan Anda sambil mengepalkan tangan. Perubahan apa yang kamu rasakan? Apakah otor lenganmu terasa lebih keras? Apabila otot mendapat rangsangan. otot akan berkontraksi. Kontraksi otot ditandai dengan memendeknya otot, otot menjadi menegang dan menggembung di bagian tengah. Sebaliknya, apabila otot tidak bekerja. otot akan kembali mengendur dan beristirahat (relaksasi). Pada saat otot berkontraksi. maka otor yang melekat pada tulang akan ikut berkontraksi, sehingga tulang tertarik dan bergerak.

1. Komponen Struktur Otot yang Berperan dalam Kerja Otot

Komponen struktur otor yang berperan dalam kerja otot adalah sebagai berikut.

Miofibril, berbentuk silindris yang memanjang sepanjang otot lurik, dan

mengandung filamen aktin dan miosin.

Sarkomer, unit struktural dan fungsional terkecil dari kontraksi otot pada miofibril. Sarkomer dibagi menjadi pita H. A. dan 1.

Aktin, filamen kontraktil yang tipis serta memiliki sisi aktif dan situs pengikatan.

Miosin, protein filamen yang lebih tebal, dan memiliki penonjolan yang dikenal

dengan kepala miosin. Tropomiosin, sebuah protein aktin pengikat yang mengatur kontraksi otot.

Troponin, protein kompleks yang melekat pada tropomiosin.

. Sumber Energi untuk Gerak Otot

Sumber energi untuk gerak otot adalah sebagai berikut.

ATP (adenosin tri fosfat), ATP rerural menjadi ADP (adenosin difosfat) dan energ Selanjutnya, ADP terurai menjadi AMP (adenosin monofosfat) dan energi. Rerika persamaan waksinya.

AIT ADP P.Energi

ADP AMPP Energi

Kreatin fosfat. Kreatin fosfat terurai menjadi kreatin, fosfat, dan energi. Pernecaba ATP dan kreatin fosfat berfungsi untuk menghasilkan energi pada saat kontraks orot. Proses tersebut tidak memerlukan oksigen sehingga fase kontraksi disch fase anaerob.

Glikogen (gula otot). Glikogen dilarutkan menjadi laktasidogen. Laktasidogs diubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa diubah menjadi CO,, H,O, de energi. Proses tersebut terjadi pada saat otot relaksasi menggunakan oksigen, sehingg fase relaksasi disebut fase aerob. Jika terkandung banyak asarı laktat di dalamny otot akan terasa lelah. Asam laktat akan dioksidasi dengan menggunakan oksigen. Berikut persamaan reaksinya: Glikogen Laktasidogen Laktasidogen Glukosa + Asam laktat

Glukosa O, CO, + H₂O + Energi

3. Tahapan Mekanisme Kerja Otot

Tahapan mekanisme kerja otot adalah sebagai berikut. Impuls saraf tiba di neuromuscular junction, mengakibatkan pembebasan asetilkolin. Kehadiran asetilkolin memicu depolarisasi (perubahan muatan ion di dalam sel dan negatif menjadi positif) yang kemudian menyebabkan pembebasan ion Ca" dan retikulum sarkoplasma.

Meningkatnya ion Ca", menyebabkan ion ini terikat pada troponin, sehings mengakibatkan perubahan struktur troponin tersebut. Perubahan struktur troponis karena terikatnya ion Ca", akan menyebabkan terbukanya daerah aktif tropomiosis yang semula tertutup oleh troponin. Hal tersebut membuat kepala miosin mampua berikatan dengan filamen aktin dan membentuk aktomiosin.

Perombakan ATP akan membebaskan energi yang dapat menyebabkan miosin mampu menarik aktin ke dalam dan juga melakukan pemendekan otot. Hal ini terjadi di sepanjang miofibril pada sel otot.

Miosin akan terlepas dari aktin dan jembatan aktomiosin akan terputus ketika asolekul ATP terikat pada kepala mioon. Pada saat ATP terurai, kepala masin dapat bertemu lagi dengan aktın pada tropomiosin.

Proses kontraksi otot dapat berlangsung selama terdapat ATP dan ion Ca", Pada saat impuls berhenti, ion Ca" akan kembali ke retikulum sarkoplasma. Troponin akan kembali ke kondisi semula dan menutupi daerah tropomiosin, sehingga menyebabkan orot berelaksasi.

4. Hipotesis Sliding Filament

Miofilamen merupakan unsur penting dalam proses kontraksi otot. Miofilamen tebal berjajar membentuk pita. A (anisotrop), sedangkan miofilamen tipis membentuk pita 1 (isotrop). Pada bagian tengah pita A terdapar pita H (Holler) yang lebih terang. Garis M membagi dua pusar zona H. Garis Z (Zarahenheile cakram antara) merupakan garis potong miofibril yang mengandung filamen tipis. Sarkomer merupakan jarak antara garis 2. ke gatis Z lainnya. Andrew E. Huxley. Rolf Niedergerke. Hugh Huxley, dan Jean Hanson (1954)

mengemukakan teori kontraksi otot sliding filament sebagai berikut. Selama kontraksi, panjang miofilamen aktio dan missin etap sama, tetapi saling bersilangan sehingga memperbesar jumlah tampang tindih antarfilamen.

Filamen aktin kemudian menyusup antuk memanjang ke dalam pita A, mempersempit, dan menghalangi pita H.

Panjang sarkomer (dari garis Z ke garis Z lainnya) memendek saat kontraksi Pemendekan sarkomer akan membuat serabut otot memendek, begitu pula dengan otot secara keseluruhan.

C. Sifat Kerja Otot

Untuk melakukan suatu gerakan, diperlukan kerja sama lebih dan satu macam otot. paling sedikit dua macam otot. Otot-otot tersebut ada yang bekerja saling mendukung. dan ada pula yang bekerja berlawanan. Berdasarkan sifat kerjanya, otor dapat dibedakan

menjadi dua jenis, yaitu otot antagonis dan otot sinergis.

1. Otot antagonis adalah otot yang bekerja saling berlawanan, sehingga menghasilkan gerakan yang berlawanan (berbeda arah). Contohnya otot bisep dan otot triscp. Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung (dua tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga ujung (tiga tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot bisep berelaksasi dan otot trisep berkontraksi.

Gerakan antagonis pada tubuh, antara lain sebagai berikut

Ekstensi (meluruskan) dan fleksi (membengkokkan), misalnya gerakan otot trisep dan otot bisep untuk mengangkat dan menurunkan lengan bawah.

b. Abduksi (menjauhi badan) dan adduksi (mendekati badan), misalnya gerakan sejajar bahu dan sikap sempurna (tangan ke bawah).

tangan Depresi (ke bawah) dan elevasi (ke atas), misalnya gerakan kepala menunduk

V. gangguan sistem gerak

Gangguan sistem gerak dapat terjadi Penyebabnya bermacam-macam, karena pada tulang, persendian, maupun otr mikroorganisme, kerusakan fisik akibar infeksi mil kecelakaan, kekurangan garam mineral dan vitamin, gangguan fisiologis, beban aktivitas yang berlebihan, atau kesalahan sikap tubuh.

A. Gangguan pada Tulang

1. Fraktur adalah patahnya tulang, terjadi apabila energi yang melawan tulang lebih besar dari kekuatan tulang. Jenis dan tingkat keparahan patah tulang dipengaruhi oleh berat badan pasien, kelenturan tulang, jenis tulang, dan seberapa besar kekuatan yang mematahkan tulang.

Fraktur simpleks (sederhana/tertutup), tulang yang patah tidak tampak dan luar.

b. Fraktur kompleks (majemuk/terbuka), tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan.

Fraktur avulsi, patah tulang yang disebabkan oleh kontraksi otot yang kua sehingga menarik bagian tulang tempat tendon melekat. Sering terjadi pada

bahu dan lutur, d. Fraktur patologis, terjadi jika tumor atau kanker telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.

e. Patah tulang kompresi (penekanan), disebabkan oleh tekanan suatu tulang terhadap tulang lainnya. Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya rapuh karena osteoporosis.

f. Fraktur karena tergilas, menyebabkan retakan atau pecahan tulang.

2. Gangguan tulang belakang merupakan akibat dari distrofi otot, sindrom Marfar sindrom Down, sikap tubuh yang buruk, atau penyakit lainnya.

a. Kifosis adalah bentuk tulang belakang melengkung ke arah luar tubuh atauke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok.

b. Lordosis adalah tulang belakang bagian lumbar (pinggang) melengkung le arah dalam tubuh atau ke depan.

Skoliosis adalah tulang belakang melengkung ke samping kiri atau ke samping kanan yang membuat penderita bungkuk ke samping.

d. Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang bagian leher yang menyebabkan kepala berubah ke arah kiri atau kanan.

Gangguan Bsiologis tulang , antara lain sebagai berikut.

Osteoporosis adalah tulang rapuh, keropos dan mudah parah. Osteoporosis terjadi akibat berkurangnya hormon testosteron pada laki-laki atau hormon enrogen pada wanita. Osteoporosis jaga doebabkan oleh kurangnya asupan kalsium.

Rakitis adalah pelunakan tulang pada anak-anak karena kekurangan atau gangguan metabolisme vitamin D, magnesium, fosfor, dan kalsium. Rakitis berpotensi menyebabkan tulang kaki menjadi bengkok membentuk huruf O atau X.

Mikrosefalus adalah kelainan pertumbuhan tengkorak sehingga kepala berukuran lebih kecil dari ukuran normal. Mikrosefalus terjadi akibat kegagalan pertumbuhan otak saat bayi setelah terkena infeksi, misalnya meningitis.

Hidrosefalus (kepala air) adalah gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) yang menyebabkan pelebaran rongga tempurung otak, sehingga kepala membesar.

e. Layu (semu) tulang tidak bertenaga akibat infeksi, misalnya infeksi sifilis.

B. Gangguan pada Otot

1. Hipertrofi adalah gangguan akibat otot yang berkembang menjadi lebih besar. Hipertrofi dapat disebabkan oleh aktivitas otot yang kuat, berulang-ulang dan terus- menerus, serta nutrisi yang banyak. Terjadi pada orang yang sering berolahraga atau bekerja keras.

2. Atrofi adalah gangguan akibat otot yang mengecil. Atrofi dapat terjadi jika otot zadak digunakan atau tidak digerakkan, misalnya karena kelumpuhan, pemasangan

gips, atau penyakit poliomielitis.

Distrofi otot adalah penurunan kemampuan otot karena kelainan genetik.

4. Tetanus adalah penyakit kejang otot, otor berkontraksi terus-menerus hingga tidak mampu lagi berkontraksi, dapat disebabkan oleh bakteri Clostridium trani.

5. Krum adalah keadaan saat otot tiba-tiba terasa tegang, sulit digerakkan dan disertai nyeri. Kram terjadi karena tidak melakukan pemanasan dengan benar sebelum benlahraga, kurang lancarnya aliran darah pada bagian tubuh tertentu, kondisi udara dingin, ketidakseinibangan elektrolit dalam tubuh terutama natrium dan kalium, a kekurangan vitamin tiamin (BI), asam pantotenar (B5), dan piridoksin (B6).

Miestenis gravis adalah ketidakmampuan otot berkontraksi sehingga penderita

mengalami kelumpuhan. Ini adalah penyakit autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri).

7. Our rubik adalah sobeknya serabut otot yang berakibar bengkak, rasa nyeri, dan penderdian

Otot terkilir (strain) adalah robeknya vut bagian tendon karena teregang melebihi Jurae normal. Ove terkilir duebabkan oleh pembelianan secara tiba-tiba pada otot.

C. gangguan pada sendi
. Keseleo atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan yang tidak biasa, dipaksakan, atau tiba-tiba. Terkille dapat menyebabkan meru bengkak, dan nyeri.

2. Dislokasi adalah pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi normal.

3. Ovneoartritis adalah kerusakan dan keausan tulang rawan yang berfungsi seba bantalan pada sendi. Penyebab osteoartritis adalah proses penuaan, cedera, kelemahan

tulang, atau penggunaan sendi yang terlalu berat. 4. Ankilesis adalah sendi tidak dapat digerakkan dan ujung-ujung antartulang tera

bersatu. 5. Urai sendi adalah robeknya selaput sendi yang diikuti oleh terlepasnya ujung rulang sendi

6. Artritis adalah peradangan pada sendi, yang disertai bengkak, kaku, keterbatasan bergerak, dan rasa sakit. Bentuk-bentuk artritis, antara lain sebagai berikut

a. Artritis reumatoid, penyakit yang timbul karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan yang sehat, menyebabkan peradangan yang merusak sendi. Penyakit ini lebih sering diderita oleh wanita berusia 25-55 tahun.

b. Gaut artritis adalah kelebihan asam urat di dalam tubuh (hiperurikemia) yang berlangsung bertahun-tahun sehingga terjadi penumpukan asam urat yang mengkristal pada sendi. Penyakit ini sering diderita oleh laki-laki berusia 40-50 tahun.

c. Artritis psoriatik adalah radang sendi yang terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis pada kulit atau kuku. Psoriasis merupakan kelainan kulit menahun yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak merah di kulit. d. Artritis sika adalah berkurangnya minyak sendi (cairan sinovial) yang

menimbulkan suara bising dan nyeri saat digerakkan.

Artritis eksudatif adalah timbulnya getah radang berupa cairan nanah pada tongga sendi dan menimbulkan rasa sakit jika digerakkan.

Artritis septik adalah radang sendi yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

VI. Teknologi Sistem Gerak

Perkembangan teknologi di bidang kesehatan atau kedokteran untuk mengaras kensakan, gangpian, dan kelainan sistem gerak, antara lain sebagai berikut.

. Penyembuhan patah tulang

1. Pemasangan gips, yaitu bahan kapur yang diletakkan di sekitar tulang yang patah

2. Belat, yaitu dengan memasang benda keras di sekitar tulang yang patah

3. Pembedahan internal, yaitu pembedahan untuk menempatkan batang logam atau piringan pada tulang yang patah.

4. Penarikan (traksi), yaitu menggunakan beban untuk menahan anggota gerak yang mengalami deformiras (perubahan/pergeseran bentuk) dan mempercepat

Penyembuhan kanker/tumor tulang

1. Kemoterapi, biasanya menggunakan obat-obatan yang sangat kuat untuk mencoba membunuh sel kanker. Kelemahannya proses ini menyebabkan beberapa sel-sel normal juga mari.

2. Radioterapi, yaitu pengobatan kanker menggunakan sinar radioaktif seperti sinar X. elektron, sinar gamma, atau partikel lain.

3. Operasi, bertujuan untuk menghilangkan tumor lokal pada dang Penggantian sendi

Penggantian sendi dilakukan dengan cara pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak dengan logam. Bunggol vendi diganti dengani logam campuran (misalnya campuran titanium) dan cawan sendi diganti dengan mangkuk polietilena (misalnya plastik) yang kerapatannya tinggi. Kedaa sis direkatkan dengan senyawa metal merakrilat berpori yang memungkinkan forulang serap berjalan normal

Transplantasi sumsum

Transplantasi suttean, yaitu sunsas merah dari semiconang ditrangdanculkan kepada orang lain. Dalam hal ini, diperlukan teknikkhok mondan dari donor yang sehat dan menyuntikkannya ke sumsum sangat lunak tanpa merusakana, karena

Penanggulangan skoliosis kongenitalie

Skoliosis kongenitalis adalah suara kelainan pada lengkong nalang belakang hari yang baru lahir. Skoliosis ini dapat menyebabkan kelanan besvuk yang pada sak yang sedang tumbuh. Oleh karena itu, wringkali dhamkas sadakan pengobata dengan memasang penyangga (ne)dingkan anak semakin memburuk, perlu dilakukan pembedakan.

Implan

Implan adalah pemasangan suatu material dari benda nad atau kaku imisalnya titanium) pada tulang belakang yang mengplemi progan

Tangan bionik

Tangan bionik merupakan tangan buatan yung fungsional sehingga dapos digunakan untuk memegang benda dan melakukan gerakan kombinasi tangan, misalnya

mengetik.

Kaki bionik

Kaki bionik merupakan kaki buatan yang dilengkapi dengan perangkat bluetooth, Chip komputer ditanamkan pada setiap kaki untuk mengirimkan sinyal ke motor di kedua sendi buatan sehingga lutut dan mata kaki dapat berpindah dan melakukan

gerakan yang terkoordinasi, misalnya berdiri, berjalan, dan mendaki, Kaki bionik ini menggunakan energi dari baterai.

Penanggulangan kaki O

Penanggulangan kaki O dilakukan dengan pemakaian sepatu khusus yang harus

selalu dipakai.

Suplemen visco

Viskosuplementasi adalah menyuntikkan asam hialuronat ke celah-celah sendi untuk

memperbaiki gizi dan pelumasan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

"UNESA, AAL, dan Tugu Pahlawan adalah Simbol Ilmu, Pertahanan, dan Perjuangan Indonesia"

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia